BogorOne.co.id | Kota Bogor – Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hancurkan sebanyak 30 unit angkutan kota (angkot) berbagai jurusan di kawasan GOR Pajajaran
Dihancurkan ya 30 angkot itu, diganti dengan 10 unit Bus Biskita Trans Pakuan yang berasal dari program Buy The Service (BTS) yang mulai uji coba mengaspal di Kota Hujan.
Sebagai perpanjangan dari kebijakan konversi 3 angkot menjadi 1 bus melalui program BTS besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemkot Bogor.
Rencananya, sebanyak 10 unit Trans Pakuan bakal diujicoba pada koridor lima secara gratis hingga akhir tahun 2021.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, inti dari program ini adalah mengurangi angkot, secara bertahap, maka bus-bus yang hadir di Kota Bogor.
“Jadi bus ini mulai mengaspal di berbagai koridor Kota bogor, harus dipastikan mengganti angkot. Jangan sampai bus-nya masuk, angkot-nya masih jalan,” ujar Bima kepada wartawan.
Ia pun tidak ingin ada main-main dalam program ini dan ingin memastikan angkot yang dikonversi tidak lagi narik di jalanan Kota Bogor.
“Saya tidak mau ada akal-akalan, karena sekali lagit tujuannya targetnya mengurangi angkot,” imbuhnya.
Ia juga mengaku mempunyai solusi bagi para sopir yang angkotnya kena konversi dan akan dilibatkan dalam tim operasional Biskita Trans Pakuan yang dibuat di Karoseri Laksana, Semarang itu.
Menurut Bima, tetap akan ada pelatihan, seleksi dan persyaratan bagi eks sopir angkot yang ingin jadi pengemudi Biskita Trans Pakuan ini.
“Bagaimana pengemudinya? ini juga yang dari awal kita rencanakan. Semua sopir angkot yang dikonversi, akan direktrut dalam tim Biskita Trans Pakuan. Tapi memang ada proses, pelatihan dan seleksi, ada syaratnya. (Misalnya) SIM-nya B1, lalu ada syarat usia dan pendidikan,” ungkapnya.
Bima menegaskan, 10 bus itu akan menggantikan 30 angkot yang datanya dianggap jelas ada di Dinas Perhubungan (Dishub Kota Bogor).
“Angkot yang dihancurkan ada yang diplat hitamkan, sehingga tidak boleh beroperasi lagi. Ada juga yang dibesi tuakan seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, kata Bima, nantinya tidak ada lagi angkot yang beroperasi. Pasalnya, dari 147 angkot yang didata, nanti total yang direduksi akan semakin banyak sampai tahun 2024.
“Targetnya semakin sedikit angkot yang beroperasi ditengah kota,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dishub, Eko Prabowo mengatakan, BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus.
Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM oleh masyarakat.
Selain itu, kata dia, juga dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan.
BTS, sambungnya terintegerasi dengan terminal dan stasiun, sehingga lebih memudahkan masyarakat.
“Kolaborasi dengan antara BPTJ dan Pemkot Bogor akan melayani penumpang gratis alias free tanpa ongkos hingga akhir 2021,” tandasnya. (Fry)























Discussion about this post