Wujudkan Smart City, 29 Bank Sampah Serap Ilmu WWF Tentang Pengelolaan Sampah Plastik
BogorOne.co.id | Kota Bogor – Bank sampah induk dan bank sampah unit ikuti pemaparan dari lembaga Word Wide Fund for Nature (WWF) dan Asosiasi Bank sampah Indonesia (Asobsi) Kota Bogor, terkait program sampah plastik smart city, berlokasi di bank sampah rumah lestari Kampung Rancamaya, Kelurahan Rancamaya, Bogor selatan.
Kegiatan tersebut merupakan rutin diadakan setiap bulan. Bulan November ini bank sampah rumah lestari menyampaikan kegiatan bank sampah dan mengajak masyarakat di 5 RW yang ada di wilayah kelurahan rancamaya.
“Yang kedua program tentang plastik smart city itu program dari lembaga WWF Kota Bogor, yang insya allah di sinergikan dengan bank sampah asobsi kususnya,” ujar ketua Asobsi Darga Sulton kepada BogorOne.id, Sabtu (26/11/22).
Lanjut Darga, program tersebut bertujuan mengurangi sampah plastik, dan bisa mendampingi bank sampah, dalam hal mungkin bisa memenuhi kegiatan sarana prasarana ataupun edukasi yang ada di bank sampah itu. Dan insyaallah mereka bisa suport.
“Adapun yang hadir dari bank sampah unit 28, dan bank sampah induk 1, jadi total 29 bank sampah yang ada di Kota Bogor yang tergabung dalam asosiasi bank sampah Indonesia (Asobsi). “Untuk program plastik smart city WWF baru pertama kali di Kota Bogor,” ucapnya.
Menurut dia, perihal Bogor tanpa plastik (Botak), yah kalo kami sih memberikan apresiasi kepada teman teman yang lain komunitas dalam mengurangi sampah plastik.
“Kami dari asosiasi ataupun dari bank sampah hanya baru bisa mengurangi, jadi kalo untuk menghilangkan total kami belum bisa. Tapi kalo untuk mengurangi kami coba bantu, karena setidaknya disitu ada edukasi juga, sebelum menghilangkan kita mencoba untuk mengurangi dulu mencegah dulu, seperti itu lah strategi kami,” ungkapnya.
Untuk di Bogor sampah plastik masih banyak yang terbuang ke TPA, jadi timbunan sampah khusus nya sampah multilayer.
“Multilayer itu dibank sampah belum bisa mengelolahnya atau belum bisa mengumpulkannya, kerena memang pengepul atau penampumg itu sedikit sekali yang menerima itu, jadi masih terbuang,” kata dia.
Sambung Darga, kedepannya tentang program plastik smart city mudah mudahan bisa berjalan. Pada intinya itu edukasi pilah sampah, itu tujuan utamanya. Maka kalau masyarakat sudah teredukasi, minimal mereka mau memilah, mana sampah plastik, mana sampah logam, mana sampah organik.
Masih kata dia, jadi mengolahnya pun akan lebih mudah, disamping dari pada dicampur, karena kalo sudah tercampur akan susah mengolahnya.
“Yang pasti, harus konsisten. Dimana sampah tidak bisa ditangani sendiri, dibantu oleh lembaga, pemerintah, pihak swasta, masyarakat. Jadi berbagi peran,” pungkasnya.

























Discussion about this post