BogorOne.co.id | Surabaya – Sekitar 300 calon jemaah umrah asal Surabaya, Jawa Timur, menunda keberangkatan ke Tanah Suci menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sejumlah biro perjalanan umrah di Surabaya menyiapkan skema penjadwalan ulang apabila penerbangan terdampak situasi tersebut. Salah satu biro perjalanan, Panglima Ekspres yang berkantor di Jalan Ngagel, menyatakan terus memantau perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
General Manager Panglima Ekspres, Ami, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan jemaah.
“Kami rencananya mulai kembali memberangkatkan jemaah umrah pada 21 Maret 2026 sebanyak delapan kelompok atau lebih dari 300 orang. Namun hingga saat ini situasinya masih kami pantau,” kata Ami dikutip dari beritasatu.com, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut dia, jemaah yang sebelumnya diberangkatkan telah kembali ke Indonesia pada 24 Februari 2026. Untuk sementara, biro perjalanan tersebut belum membuka layanan keberangkatan hingga akhir Ramadan.
Sebanyak delapan kelompok terbang yang dijadwalkan berangkat pada pertengahan Maret dibatalkan sementara. Meski dokumen perjalanan telah lengkap, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Jemaah yang terdampak akan dijadwalkan ulang menunggu perkembangan situasi penerbangan dan kebijakan otoritas terkait. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sekitar 58 ribu warga negara Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Dalam periode 28 Februari hingga 1 Maret 2026, tercatat 6.047 warga telah kembali ke Tanah Air. Biro perjalanan bersama otoritas terkait menyatakan terus memantau perkembangan konflik guna memastikan perjalanan ibadah berjalan sesuai prosedur keselamatan internasional.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post