BogorOne.co.id | Jakarta – Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan bangunan bekas klinik kecantikan di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Polisi mendalami kasus kematian pria yang diduga merupakan kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut mengeluarkan busa. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan, menggunakan ambulans. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.
Berdasarkan informasi kepolisian, sebelum ditemukan tergeletak, Sutrimo sempat menghubungi seorang kerabat pada Kamis pagi. Dalam percakapan tersebut, ia mengeluhkan kondisi tubuhnya yang sedang sakit.
Tak lama berselang, Sutrimo ditemukan berada di depan bangunan bekas klinik kecantikan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans bersama empat orang yang belum diketahui identitasnya.
Dalam catatan kepolisian, proses pertanggungjawaban medis terhadap korban disebut diambil alih oleh seorang pria bernama Febrio Adianto.
Pihak rumah sakit, menurut keterangan kepolisian, tidak menemukan tanda luka maupun gejala menonjol pada tubuh korban. Sementara itu, pengemudi ambulans menyampaikan bahwa terdapat busa yang keluar dari mulut Sutrimo saat korban tiba di lokasi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
“Saksi yang diperiksa antara lain dari pihak rumah sakit, pengemudi ambulans, serta keluarga korban,” ujar Budhi.
Ia menegaskan, proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum mengambil kesimpulan terkait penyebab kematian korban.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” katanya.
Budhi menyebut penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus setelah seluruh fakta dan keterangan pendukung berhasil dihimpun.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post