BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sebanyak 93 inovasi karya pelajar SMP dan SMA/SMK mengikuti Seleksi Tahap III Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026.
Seleksi digelar Bapperida Kabupaten Bogor di kantornya pada Senin (24/8/2026), Rabu (26/8/2026), dan Kamis (27/8/2026). Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-11 kompetisi tersebut sejak pertama kali digelar pada 2016.
Dari 252 inovasi yang mendaftar, sebanyak 248 inovasi lolos ke Seleksi Tahap III. Sebanyak 50 inovasi di antaranya berasal dari pelajar SMP dan 43 inovasi dari siswa SMA/SMK.
Kepala Bapperida Kabupaten Bogor Bam Bam Setia Aji melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Ratna Pratini mengapresiasi tingginya partisipasi pelajar.
Menurut Ratna, keterlibatan siswa menunjukkan budaya inovasi mulai tumbuh di lingkungan pendidikan. Mereka didorong mengenali persoalan di sekitar dan merancang solusi melalui karya inovatif.
“Peserta belajar mengenali masalah, menjelaskan inovasi, dan mempertanggungjawabkan gagasannya di hadapan juri,” kata Ratna.
Ia meminta para peserta menyampaikan gagasannya dengan percaya diri dan menjadikan pertanyaan juri sebagai bagian dari proses belajar.
“Jangan takut dengan pertanyaan juri. Masukan itu bagian dari proses belajar,” ujarnya.
Ratna mengatakan kompetisi tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang. Proses seleksi juga diharapkan melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keberanian, dan komunikasi peserta.
Ia juga meminta para pelajar tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir. Inovasi yang telah dibuat, kata dia, perlu dikembangkan agar dapat memberi manfaat lebih luas.
Selain pelajar, peserta kompetisi berasal dari sejumlah unsur. Rinciannya, 32 inovasi dari SKPD, 21 dari kecamatan, 26 dari masyarakat, 42 dari puskesmas, 15 dari perguruan tinggi, dan 19 dari Duta Inovasi Desa.
Keberagaman peserta menunjukkan pengembangan inovasi di Kabupaten Bogor tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan. Inovasi juga berkembang di sektor kesehatan, pendidikan, masyarakat, perguruan tinggi, hingga pemerintahan desa.
Memasuki penyelenggaraan ke-11, Bapperida mendorong kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Setiap inovasi diharapkan dapat diterapkan, dikembangkan, dan disempurnakan sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Khusus bagi pelajar, kompetisi ini menjadi ruang untuk mengenali persoalan, merumuskan gagasan, menguji solusi, dan menyampaikan hasil pemikiran secara percaya diri.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post