• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, April 19, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Apakah Menutup Sekolah yang Tawuran Sebuah Solusi?

Redaksi by Redaksi
17 Maret 2023
in NASIONAL
0
Apakah Menutup Sekolah yang Tawuran Sebuah Solusi?
239
SHARES
594
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Syabar Suwardiman, S.Sos., M.Kom. Sekretaris Badan Musyawarah Sekolah Swasta (BMPS) Kota Bogor

BogorOne.co.id | Kota Bogor –Tulisan ini terinspirasi dari seorang guru yang aktif dalam sebuah komunitas rumah belajar. Dia penggagas dari komunitas itu. Bekerja sama dengan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Kegiatan utamanya adalah menghimpun sumber daya pendanaan bagi masyarakat lemah. Lemah dalam motivasi belajar dan lemah secara ekonomi.

Cara berpikirnya berdasarkan pengalaman bertahun tahun sebagai seorang guru. Selama ini yang mendapatkan bantuan atau bea siswa, adalah siswa berprestasi (secara kognitif), pada umumnya dari keluarga yang relatif mampu.

BERITA LAINNYA

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

18 April 2026
SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

17 April 2026
Pohon Tumbang hingga Longsor Warnai Cuaca Ekstrem di Bogor

Pakar: Kejagung Diminta Telusuri Dugaan Uang Aliran Dana Dalam Proses Pemilihan Ketua Ombudsman

17 April 2026
jemaah haji

Jemaah Haji Bawa Uang Tunai Rp 100 Juta Wajib Lapor ke Bea Cukai

16 April 2026

Lalu siapa yang memikirkan orang yang lemah motivasi belajarnya dan lemah secara ekonominya?

Secara teoretis lemah ekonomi adalah berarti miskin. Kemiskinan ditinjau dari aspek keilmuan ada kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural.

Musuh utama agamapun adalah kemiskinan. Sebab menyebabkan kufur yang akhirnya menjadi kafir atau tertutup pada kepekaan lingkungan.

Mereka yang dilanda kemiskinan akan tak peduli pada keadaan. Jika secara ekonomi anak adalah mampu menghasilkan atau membantu ekonomi keluarga maka anak akan dieksploitasi, sehingga kebutuhan dasar anak misal pendidikan akan ditinggalkan.

Cara berpikir guru yang menginspirasi tulisan ini adalah sadar bahwa pendidikan melanggengkan struktur yang menjadikan orang miskin makin terpinggirkan.

Paulo Freire menyebutnya sebagai pendidikan kamu tertindas. Pendidikan di lembaga formal ikut melanggengkan kemiskinan struktural.

Kurikulum dibuat oleh orang orang mapan dan mempertahankan kemapanan. Tak ada ruang yang lebih leluasa untuk orang miskin. Paulo Freire kemudian mengemukakan ide fundamental, pendidikan yang membebaskan.

Lalu Apa Kaitannya Paparan teoretis Tadi dengan Tawuran Pelajar?

Dengan cara berpikir tadi jangan-jangan siswa pelaku tawuran adalah para pelajar yang termarjinalkan. Lemah motivasi belajarnya, lemah juga ekonominya.

Kapolresta Bogor mengungkapkan ciri-ciri pelaku tawuran selalu terlambat masuk sekolah, sering bolos, pakaiannya tidak rapi, nilai jelek. Ada sentilan dari Pak Kapolresta ditambah tidak adanya kepedulian guru.

Dikaitkan dengan gagasan guru yang menginspirasi tulisan ini, harusnya sentilan Kapolresta menjadi pertanyaan yang diperdalam dan diperluas?

Mengapa tidak ada kepedulian masyarakat, karena makna pendidikan itu luas, di sekolah sangat terbatas. Di luar sekolah ada orang tua, ada tokoh masyarakat, ada polisi.

Anak nakal bukan produk sekolah tetapi adalah produk lingkungan. Berarti tanggung jawabnya menjadi tanggung jawab negara.

Bukan hanya sekolah. Oleh karena itu solusinya tidak dengan tindakan emosional dengan menutup sekolah. Bagaimanapun sekolah swasta telah memberikan kontribusi besar, termasuk andil dalam peningkatan IPM suatu daerah.

Beberapa Solusi Yang Sudah Pada Jalurnya : 

Sekolah Ibu, gagasan langsung Wali Kota Bogor sebenarnya sangat berkaitan dengan masalah karakter anak, hampir semua permasalahan anak berasal dari keluarga inti.

Apalagi tingkat perceraian Kota Bogor dan juga Kabupaten cukup tinggi. Namun ketika Kota membuka sekolah Ibu, apakah kabupaten tetangga Kota Bogor melakukan hal yang sama?

Mari kita buka kasus dengan jernih, ternyata pelaku bukan berdomisili di Kota Bogor. Mengapa yang ditutup sekolahnya? Kalau lebih praktis mengapa tidak melarang lintas kota/kabupaten saja? Namun ini Indonesia, semua orang berhak sekolah.

Merger sekolah, di Jakarta pernah dilakukan zaman Gubernur Lagendaris Ali Sadikin. Dia menggabungkan SMAN 9 dan SMAN 11 menjadi SMAN 70. Kalau sekolah swasta pelaku tawuran ditutup bagaimana dengan sekolah negeri? Dari sisi hukum sama saja.

Solusi Alternatif 

Sekolah pelaku tawuran memiliki riwayat panjang, ada jejak alumni, kebanggaan sempit asal sekolah. Kebanggaan sempit ini sering menjadi pemicu, hanya karena sebuah provokasi dari sekolah lain.

Jika negeri bisa dimergerkan, menurut saya sekolah swasta yang sering terlibat tawuran harus berani memulai dengan jenama baru. Ini untuk memutuskan mata rantai kebanggaan sempit tadi. Peran pemerintah adalah mempermudah terkait jenama baru tadi.

Dari sisi praktis harus ada tindakan luar biasa (extraordinary), siswa yang terlibat dalam tawuran harus diambil alih negara karena sudah bermasalah sejak di keluarga. Didik mereka menjadi pasukan cadangan, atau menjadi tenaga sukarela ditempatkan di pulau-pulau terluar Indonesia.

Jangan sampai saudara kita yang lemah motivasi belajar dan lemah ekonominya makin termarjinalkan. (*)

Tags: Badan Musyawarah Sekolah SwastaBMPS Kota BogorMenutup Sekolah TawuranSebuah SolusiSyabar Suwardiman

Related Posts

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik
NASIONAL

MAKI Sebut Penetapan Tersangka Ketua Ombudsman RI Sebagai Tragedi Pelayanan Publik

18 April 2026
SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI
NASIONAL

SYARIKAT ISLAM: JANGAN HANYA JADI PENONTON DI NEGERI SENDIRI

17 April 2026
Pohon Tumbang hingga Longsor Warnai Cuaca Ekstrem di Bogor
NASIONAL

Pakar: Kejagung Diminta Telusuri Dugaan Uang Aliran Dana Dalam Proses Pemilihan Ketua Ombudsman

17 April 2026
jemaah haji
NASIONAL

Jemaah Haji Bawa Uang Tunai Rp 100 Juta Wajib Lapor ke Bea Cukai

16 April 2026
Kasus LNG Corpus Christi: Dua Mantan Pejabat Pertamina Dituntut hingga 6,5 Tahun Penjara
NASIONAL

Kasus LNG Corpus Christi: Dua Mantan Pejabat Pertamina Dituntut hingga 6,5 Tahun Penjara

15 April 2026
Wamenaker RI Kunjungi RS UMMI Bogor, Apresiasi Program Magang
BOGOR RAYA

Wamenaker RI Kunjungi RS UMMI Bogor, Apresiasi Program Magang

14 April 2026
Next Post
Ingin Bogor Jadi Kota Paling Sehat, Ini Kisah dokter Rayendra

Ingin Bogor Jadi Kota Paling Sehat, Ini Kisah dokter Rayendra

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Urai Kepadatan Arus Lalin, Polres Bogor Berlakukan One Way

Urai Kepadatan Arus Lalin, Polres Bogor Berlakukan One Way

30 April 2023
Citeureup

Sembunyikan Sabu di Payudara, Perempuan Hamil Ditangkap di Lapas Banceuy

4 Januari 2026
Wakil Presiden RI Berikan Penghargaan Pemda Berstatus Universal Health Coverage

Wakil Presiden RI Berikan Penghargaan Pemda Berstatus Universal Health Coverage

14 Maret 2023
Komisi I DPRD

Komisi I DPRD Banten Pelajari Mekanisme Sosialisasi Perda di Kabupaten Bogor

14 Oktober 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In