BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perumda Transportasi Pakuan bakal mengujicoba sebanyak lima angkutan kota (angkot) bertenaga listrik hingga enam bulan kedepan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan, ujicoba dilakukan agar Pemkot Bogor mempunyai gambaran terkait pengoperasian angkot listrik untuk kedepannya.
“Kalau berdasarkan hasil kajian, evaluasi dan analisa merugikan bagi pengusaha angkot jangan dipaksakan. Kecuali pengoperasian angkot listrik memakai pola bantuan. Tapi kalau pyur usaha dari badan hukum, hasilnya mesti menguntungkan,” ujar Marse kemarin.
Selain itu, sambung Marse, ujicoba dilakukan untuk mempersiapkan regulasi apa yang pas untuk diterapkan dalam pengoperasian angkot listrik.
Saat disinggung apakah kehadiran angkot listrik akan menjadi batu pijakan untuk memulai kembali konversi angkot konvensional. Marse tak menampik hal tersebut. Menurutnya, konversi angkot harus kembali berjalan, entah dengan skema dua menjadi satu atau tiga menjadi satu.
“Konversi harus ada. Skema seperti apa nanti disepakati dengan Organda. Yang pasti Pemkot Bogor menginginkan tidak ada penambahan angkot, tetapi lebih ke peremajaan, pembatasan hingga pengurangan,” ucap Marse.
Ketika ditanya mengenai siapa yang akan bertanggungjawab dalam mengelola angkot listrik sebagai feeder nantinya.
Marse menuturkan bahwa peluang Perumda Transportasi Pakuan mengelola moda transportasi tersebut terbuka lebar. Namun untuk memastikan hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Organda terlebih dahulu.
“Tapi kalau badan hukum dan Organda sanggup, silahkan dikelola. Dishub akan buat aturannya. Bisa bentuknya konsorsium atau mandiri. Yang pasti mesti berbadan hukum. Mungkin beberapa feeder bisa oleh konsorsium, beberapa lagi bisa oleh badan hukum mandiri,” jelas dia.
Marse juga menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum memastikan rute yang akan dilayani angkot listrik. “Tapi mungkin akan melayani koridor 3 Bubulak-Sukasari yang belum terlayani oleh Biskita. Namun, kita akan kaji lagi agar tak ada gesekan trayek,” tegasnya.
Kata Marse, lantaran angkot listrik akan diproyeksikan sebagai feeder, pihaknya mesti terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memastikan apakah akan ada penambahan Biskita.
“Kalau tak ada tambahan, berarti rute Biskita yang belum terlayani akan dijadikan feeder. Terkecuali BPTJ melimpahkan kewenangan soal Biskita ke Pemkot Bogor, tentunya akan kita tambah,” pungkasnya. (Fry)
























Discussion about this post