BogorOne.co.id | Kota Bogor – Proses Penjaringan bakal calon wali Kota Bogor yang diselenggarakan oleh DPC Partai Demokrat menimbulkan polemik, sebab pemberian rekomendasi terhadap Dedie A Rachim sebagai calon kepala daerah dituding tidak dilakukan tanpa proses.
Ketua Tim Sukses salah satu bakal calon wali kota Bogor Usmar Hariman, Maulana Djauhari mengatakan bahwa pemberian rekomendasi terhadap salah satu calon wali kota hanya berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan Februari 2024.
Menurut dia, keputusan itu ngawur sebab pendaftaran dan pengembalian formulir penjaringan terakhir dilaksanakan pada 30 April 2024.
“Ini kan sudah ngawur dan gak masuk akal. Survei di bulan kedua tidak akurat dong. Tiba-tiba pada 14 Mei muncul pemberitaan soal pemberian rekomendasi,” ujar Maulana, Selasa 4 Juni 2024.
Dirinya menjelaskan, pasca pengembalian formulir penjaringan tidak ada komunikasi lagi dengan DPC Partai Demokrat Kota Bogor. Lalu dalam prosesnya tidak ada penilaian apapun.
“Aneh, dalam proses ini tidak ada penilaian apapun semacam fit and propered test terhadap bakal calon lain. Sehingga potensi, eksistensi, kapabilitas pendaftar tak terekspos,” cetusnya.
Dia mengaku, bahwa tahapan penjaringan yang dilakukan yang tiba-tiba sudah turun rekom ke salah satu bakal calon itu membingungkan dan menimbulkan pertanyaan soal bagaimana Demokrat melakukan penilaian.
“Ya, jelas Pak Usmar Hariman adalah salah satu kader awal yang membesarkan partai. Pak Usmar berdarah-darah besarkan Demokrat dari awal. Dua kali jadi Ketua DPC. Dua periode di DPRD, dan pernah di eksekutif,” katanya.
Namun, kata dia, portofolio yang dimiliki Usmar malah diabaikan. Seharusnya, sambung Maulana, Demokrat melaksanakan survei terlebih dahulu terhadap bakal calon yang mengembalikan formulir sebelum menentukan pilihan.
Selain itu kata dia, bahwa ide gagasan penjaringan bakal calon wali kota sudah baik. Namun, semua pendaftar berharap ada kelanjutan proses dalam ranah metodologi dan kriteria.
“Ternyata secara sewenang-wenang, berdasar hasil survei salah satu pendaftar saja yang digunakan untuk dasar pleno. Harus yang disurvei itu yang ikut penjaringan saja, dalam kenyataannya nanti muncul nama-nama lain yang merupakan kehendak masyarakat,” tegasnya.
Setelah dikonfirmasi dari sebagian peserta, kata Maulana, semuanya sangat keberatan. “Pak Usmar selaku pendiri Demokrat Kota Bogor dan pernah beberapa kali jadi ketua DPC, merasa malu dan tak menyangka,” ucapnya.
Lebih lanjut, kata dia, dalam pekan ini rencananya pihaknya bersama-sama calon lain akan menyampaikan keberatan ke DPC Demokrat Kota Bogor. (Rdt)























Discussion about this post