BogorOne.co.id | Jakarta – Sejumlah penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dibatalkan menyusul eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang berdampak pada penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Penutupan ruang udara tersebut memengaruhi rute penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah, termasuk penerbangan yang berangkat dari dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Pelaksana Tugas Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, mengatakan pembatalan dilakukan maskapai demi alasan keselamatan serta penyesuaian operasional.
“Kami mengimbau calon penumpang tujuan Timur Tengah untuk secara aktif memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau menghubungi layanan pelanggan masing-masing guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan,” kata Aziz dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Sejumlah penerbangan keberangkatan yang terdampak antara lain Etihad Airways EY472 tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways QR954 dan QR957 tujuan Doha, Emirates EK357 tujuan Dubai, Etihad Airways EY475 dan EY473 tujuan Abu Dhabi, serta Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha.
Selain penerbangan keberangkatan, sejumlah rute kedatangan dari Timur Tengah menuju Soekarno-Hatta juga dibatalkan, di antaranya Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi–Jakarta dan Qatar Airways QR954 rute Doha–Jakarta.
Pengelola bandara memastikan operasional di seluruh terminal tetap berjalan normal dan kondusif. Aktivitas penerbangan lainnya terus dipantau untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tidak terganggu secara luas.
Maskapai, menurut pihak bandara, melakukan penyesuaian jadwal dan rute sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan penerbangan dan mematuhi regulasi penerbangan internasional di tengah situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
Calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui aplikasi atau situs resmi masing-masing maskapai serta laman resmi Bandara Soekarno-Hatta.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post