BERITA LAINNYA
BogorOne.co.id | Kota Bogor – Paparan berita negatif secara terus-menerus di era digital dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Psikolog dari IPB University, Nur Islamiah, M.Psi, PhD, mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan konsumsi berita sebagai aktivitas utama di pagi hari atau menjelang tidur.
“Pada dua waktu tersebut, otak berada dalam kondisi paling rentan terhadap pengaruh emosional. Membuka hari dengan berita negatif dapat memicu stres sejak pagi, sedangkan membacanya sebelum tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan memperburuk kecemasan,” ujar Mia, sapaan akrab Nur Islamiah, pada Jumat (18/7/2025).
Mia menjelaskan bahwa masyarakat saat ini rentan mengalami media saturation overload, yakni kondisi kelelahan emosional akibat paparan berlebihan terhadap informasi negatif, khususnya dari media sosial. Tanpa disadari, hal ini menciptakan siklus stres psikologis yang sulit diputus.
“Semakin sering kita menyimak berita buruk, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan. Pikiran pun menjadi sulit tenang dan pulih,” jelasnya.
Kelompok usia remaja dan dewasa muda menjadi yang paling rentan terdampak, karena tingginya intensitas mereka mengakses media sosial. Untuk itu, Mia menyarankan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi informasi.
“Kita memiliki kendali atas apa yang kita konsumsi. Mengatur waktu, membatasi frekuensi membaca berita, serta memilih sumber informasi yang kredibel merupakan langkah awal menjaga keseimbangan mental,” tegasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat mengambil jeda dari media digital dan melakukan aktivitas positif, seperti olahraga ringan, bercengkrama dengan keluarga, atau beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk informasi.
“Tidak semua hal harus kita ketahui. Memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas adalah langkah penting untuk menjaga kewarasan di tengah derasnya arus informasi,” pungkasnya.
Menurut Mia, menjaga kewarasan mental bukan berarti mengabaikan informasi, melainkan memahami kapan perlu rehat, kapan harus berhenti, dan kapan saatnya kembali terhubung secara sehat dengan dunia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post