BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kemarau panjang mulai mengubah cara warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Ketika sumber air lain perlahan mengering, Sungai Ciherang menjadi tumpuan terakhir bagi sebagian warga untuk bertahan.
Pantauan Sabtu, 1 Agustus 2026, memperlihatkan debit Sungai Ciherang jauh menurun dibandingkan kondisi normal. Di beberapa titik, air hanya mengalir setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa. Padahal, saat musim hujan, sungai tersebut dikenal memiliki arus yang lebih deras.
Meski menyusut, aliran sungai masih ramai didatangi warga sejak pagi. Mereka membawa jeriken dan galon untuk mengambil air, sementara sebagian lainnya mencuci pakaian di tepian sungai. Anak-anak juga masih memanfaatkan genangan dan aliran yang tersisa untuk mandi maupun bermain.
Ayu, warga Desa Karang Tengah, mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan sejak sekitar dua bulan terakhir. Situasi itu membuat warga harus berbagi peran agar kebutuhan air keluarga tetap terpenuhi.
“Bagian mengambil air bapak-bapak, sedangkan ibu-ibu mencuci di sungai,” kata Ayu.
Menurut dia, air Sungai Ciherang saat ini hanya digunakan untuk mencuci dan kebutuhan rumah tangga lain. Untuk kebutuhan memasak dan minum, warga harus meminta air kepada tetangga yang sumurnya masih memiliki cadangan.
“Kalau untuk masak dan minum, kami minta ke tetangga yang sumurnya masih ada air, lalu ditampung di galon,” ujarnya.
Ayu mengungkapkan, hingga kini warga belum menerima bantuan pasokan air bersih dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Padahal, kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi seiring berlanjutnya musim kemarau.
“Jangankan dari pemerintah kabupaten, dari pemerintah desa juga belum ada bantuan,” katanya.
Warga lainnya, Memet, mengatakan hujan yang sempat turun beberapa hari lalu belum banyak membantu kondisi sumber air. Hujan singkat itu hanya memberi sedikit kelegaan bagi warga yang sebelumnya harus berulang kali mengambil air ke sungai.
“Sebelumnya bisa sampai delapan kali sehari bolak-balik ke sungai mengambil air,” ujar Memet.
Bagi warga Desa Karang Tengah, Sungai Ciherang kini bukan sekadar aliran air yang mengalami penyusutan. Sungai tersebut menjadi penyangga kebutuhan dasar ketika pasokan air bersih semakin terbatas.
Warga berharap hujan segera turun secara merata agar debit sungai kembali meningkat dan mereka tidak lagi bergantung pada sisa aliran yang ada.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post