• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Juli 30, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home LIFESTYLE

Pakar Biofarmaka IPB University Ungkap Manfaat Tempuyung, Mulai Peluruh Batu Ginjal, Antioksidan Hingga Anti Radang

Redaksi by Redaksi
31 Juli 2025
in LIFESTYLE
0
Pakar Biofarmaka IPB University Ungkap Manfaat Tempuyung, Mulai Peluruh Batu Ginjal, Antioksidan Hingga Anti Radang

Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Foto : Dok. wikimedia commons/Setiawanap

62
SHARES
62
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Tempuyung (Sonchus arvensis L.) memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional dengan berbagai manfaat kesehatan. Berdasarkan penelitian ilmiah dan pemanfaatan tradisional, tempuyung dikenal sebagai peluruh batu ginjal dan telah ada produk komersialnya.

Hal ini disampaikan oleh Prof Mohamad Rafi, Pakar Biofarmaka, Pemisahan Analitik, dan Metabolomik IPB University. Ia menjelaskan, “Kemampuannya sebagai peluruh batu ginjal disebabkan karena tanaman ini mengandung kalium dan flavonoid”.

“Kandungan kalium dan flavonoid inilah yang berperan dalam membantu melarutkan batu ginjal serta meningkatkan ekskresi urine. Efek diuretiknya juga membantu mengurangi penumpukan mineral di ginjal,” ungkapnya.

Selain potensinya sebagai peluruh batu ginjal, tempuyung memiliki potensi sebagai antioksidan karena kandungan flavonoidnya yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Senyawa ini dapat membantu menangkal radikal bebas dan berpotensi mencegah kerusakan sel serta penuaan dini.

BERITA LAINNYA

Kopi Liberika Tangse

Kopi Liberika Tangse, Varietas Langka Aceh yang Mulai Dikenalkan

22 Juli 2026
Denise Chariesta

Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Diskusi, Gaji Ditawarkan Rp15 Juta

16 Juli 2026
Universitas Gadjah Mada

Penelitian UGM Ungkap Bahaya Panas di Dalam Rumah

11 Juli 2026
cuaca panas

Dinkes Kota Bogor Minta Warga Waspadai Dampak Cuaca Panas

10 Juli 2026

Ia menurutkan, tempuyung juga memiliki potensi sebagai antiinflamasi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun tempuyung memiliki aktivitas menghambat peradangan, sehingga relevan digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, luka, atau gangguan inflamasi ringan.

Penelitian dari salah satu peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) IPB University, Prof Dyah Iswantini, juga telah memanfaatkan ekstrak tempuyung sebagai salah satu bahan penyusun dalam formula obat herbal untuk antigout (obat asam urat) dan antihipertensi, dengan memanfaatkan khasiatnya sebagai diuretik dan antiinflamasi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa tempuyung juga memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol, dengan senyawa aktif β-sitosterol yang berperan dalam mekanismenya. Selain itu, tempuyung berpotensi sebagai bahan alami untuk mengatasi infeksi ringan karena memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur.

“Potensi tanaman tempuyung ini sangat besar. Namun, tantangan dalam hal standardisasi dan pembuktian klinis yang sahih masih menjadi kendala utama dalam pengembangannya sebagai fitofarmaka berbasis bukti ilmiah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa tempuyung banyak mengandung senyawa kimia dari golongan flavonoid seperti luteolin, apigenin, dan kuersetin, serta senyawa golongan seskuiterpenoid, fenolik, dan adanya kalium dengan kadar tinggi.

“Dari sisi kimia analitik, pengujian kuantitatif sudah dilakukan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi untuk analisis flavonoid, spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kadar fenolik dan flavonoid total, serta AAS atau ICP-OES untuk kandungan kalium dalam tempuyung,” jelasnya.

Meski telah digunakan dalam produk obat herbal terstandar untuk peluruh batu ginjal serta juga dalam tahap pengembangan sebagai produk obat herbal antihipertensi dan antigout di TropBRC IPB University, Prof Rafi mengungkapkan kendala utama pengembangan obat herbal berbasis tempuyung.

“Ketersediaan data kuantitatif dan standardisasi bahan baku atau produk jadi masih terbatas dan tidak selalu selaras antar penelitian ataupun pengujian,” paparnya.

Variasi kondisi pertumbuhan, penanganan pascapanen, serta proses ekstraksi disebut sebagai faktor penyebab rendahnya konsistensi kandungan senyawa aktif. Pada akhirnya, hal tersebut memengaruhi korelasi dosis dan efek klinis. Meski sudah terdapat uji in vitro dan in vivo, data uji klinis pada manusia masih sangat minim.

Menurut Prof Rafi, beberapa tantangan besar yang harus diatasi untuk menjadikan tempuyung sebagai fitofarmaka antara lain variabilitas bahan baku, kurangnya standar ekstrak, keterbatasan uji klinis, serta belum optimalnya dukungan regulasi.

“Tidak semua produsen memiliki ekstrak yang terstandardisasi, misalnya kadar minimum luteolin atau kalium,” katanya. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk memperkuat riset tanaman lokal.

Lebih lanjut, Prof Rafi menjelaskan penggunaan aplikasi kemometrik dengan pendekatan metabolomik dapat menjadi alternatif dalam proses penjaminan mutu dan konsistensi produk tempuyung. Misalnya dalam hal autentikasi bahan baku, mengidentifikasi senyawa bioaktif untuk menjadi senyawa penanda, dan lain sebagainya.

“Contohnya, analisis kemometrik seperti principal component analysis digunakan untuk membedakan ekstrak tempuyung dari daerah dataran rendah versus tinggi berdasarkan profil LC-MS/MS. Ini membantu menjaga reproducibility produk,” ujarnya.

Analisis metabolomik yang menyeluruh menggunakan LC-MS atau NMR juga dapat memantau biomarker dan menghasilkan chemical fingerprint yang digunakan sebagai standar mutu.

Ia juga menyoroti pentingnya metode analisis sederhana namun efektif untuk menghindari pemalsuan bahan baku herbal. Spektroskopi FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik mampu mendeteksi keaslian bahan tanpa merusak sampel. Sementara itu, kromatografi lapis tipis-densitometri berguna untuk mendeteksi flavonoid penanda seperti luteolin.

“Dengan potensi besar yang dimilikinya, tempuyung masih memerlukan dukungan riset mendalam, standardisasi menyeluruh, serta validasi klinis yang kuat agar dapat berkembang menjadi fitofarmaka andalan Indonesia,” tutupnya.

Tags: Anti RadangAntioksidan HinggaIPB UniversityMulai Peluruh Batu GinjalPakar BiofarmakaUngkap Manfaat Tempuyung

Related Posts

Kopi Liberika Tangse
LIFESTYLE

Kopi Liberika Tangse, Varietas Langka Aceh yang Mulai Dikenalkan

22 Juli 2026
Denise Chariesta
LIFESTYLE

Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Diskusi, Gaji Ditawarkan Rp15 Juta

16 Juli 2026
Universitas Gadjah Mada
LIFESTYLE

Penelitian UGM Ungkap Bahaya Panas di Dalam Rumah

11 Juli 2026
cuaca panas
LIFESTYLE

Dinkes Kota Bogor Minta Warga Waspadai Dampak Cuaca Panas

10 Juli 2026
Prambanan Jazz Festival 2026
LIFESTYLE

Prambanan Jazz Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Musisi Lintas Generasi

4 Juli 2026
Thariq Halilintar
LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Thariq–Aaliyah di Kasus Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group

11 Juni 2026
Next Post
Hari Kependudukan Dunia

Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Puncak Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2025

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Katar Desa Palasari Berbagai Sembako dan Santuni Anak Yatim

Katar Desa Palasari Berbagai Sembako dan Santuni Anak Yatim

19 Desember 2022
Eka Maulana Tetap Semangat Blusukan di Tengah Guyuran Hujan 

Eka Maulana Tetap Semangat Blusukan di Tengah Guyuran Hujan 

24 Oktober 2024
Alami Cedera, Lima Pendaki Gunung Dievakuasi Tim Relawan Gunung Salak

Alami Cedera, Lima Pendaki Gunung Dievakuasi Tim Relawan Gunung Salak

7 Desember 2022
Kenapa Financial Stress dapat Terjadi? Simak penjelasan!

Kenapa Financial Stress dapat Terjadi? Simak penjelasan!

21 April 2023

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In