BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sebanyak 620 guru dan siswa di SMPN 02 Citeureup, Kabupaten Bogor, mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu, 30 Juli 2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa kekeringan terjadi karena menurunnya intensitas hujan di wilayah itu sehingga sumber mata air warga berkurang.
“Akibat turunnya intensitas hujan, sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ujar Adam, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas belajar-mengajar di sekolah. Para siswa dan tenaga pengajar juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk berwudu.
“Hari kedua masih membutuhkan air untuk kegiatan belajar-mengajar serta berwudu,” katanya.
Sebagai respons, BPBD Kabupaten Bogor mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 10 ribu liter selama dua hari.
“Pengiriman pertama dilakukan pada Kamis, 31 Juli 2025 sebanyak satu ritase (5.000 liter), dan pengiriman kedua pada Jumat, 1 Agustus 2025 dengan jumlah yang sama,” tutupnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post