BogorOne.co.id | Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan pasokan beras tahun 2025 dalam kondisi aman. Dengan proyeksi produksi yang tinggi, Indonesia berpeluang mendekati rekor tertinggi produksi beras dalam delapan tahun terakhir.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2025, ketersediaan beras diperkirakan cukup hingga akhir tahun. Total ketersediaan mencapai 40,31 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi hanya 30,97 juta ton. Artinya, kita punya cadangan sekitar 9,33 juta ton di akhir tahun,” kata Arief dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Bapanas memperkirakan produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 33,52 juta ton, hampir menyamai capaian tertinggi pada 2018 sebesar 33,94 juta ton. Arief menegaskan, jika target tercapai, impor beras tidak diperlukan.
Optimisme ini didukung upaya Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan penanaman 1 juta hektare padi setiap bulan, yang bisa menghasilkan 2,5–2,6 juta ton beras per bulan.
“Saluran irigasi dan infrastruktur pertanian terus diperkuat. Kalau semua berjalan sesuai rencana, produksi nasional bisa digenjot,” tambah Arief.
Selain produksi dalam negeri, stok beras Bulog juga menjadi cadangan. Dari impor 2024, masih tersisa sekitar 1 juta ton yang dijaga kualitasnya hingga pertengahan 2025, khususnya untuk bantuan pangan.
Dengan kombinasi produksi domestik tinggi dan stok aman, 2025 berpotensi menjadi tahun yang memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. Arief mengingatkan, faktor cuaca dan capaian produksi pada 3–4 bulan terakhir tetap menentukan hasil akhir.
“Kalau proyeksi tercapai, kita bisa mendekati rekor produksi nasional. Ini momentum penting untuk membuktikan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan beras,” tuntasnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post