BogorOne.co.id | Lamongan – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama ini dikenal lewat kuliner pecel lele dan soto khasnya. Namun, daerah pesisir utara ini juga menyimpan ragam destinasi wisata yang terus menarik minat wisatawan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, jumlah kunjungan wisata sepanjang 2024 mencapai 4,38 juta orang. Dari jumlah itu, kawasan pesisir utara menjadi tujuan yang paling banyak didatangi.
Mulai dari pantai eksotis, goa alami yang memesona, hingga situs religi dan sejarah, Lamongan menyajikan pengalaman wisata yang lengkap. Tak hanya untuk rekreasi keluarga, tetapi juga untuk edukasi, petualangan alam, maupun ziarah budaya.
Salah satu ikon wisata Lamongan adalah Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang berada di Kecamatan Paciran. Berada di tepi Pantai Tanjung Kodok, kawasan ini menggabungkan panorama laut dengan lebih dari 50 wahana permainan, mulai dari banana boat hingga bioskop tiga dimensi. Dengan tiket masuk mulai Rp 85.000, WBL menjadi magnet utama wisata keluarga.
Masih di kawasan Paciran, terdapat Maharani Zoo dan Goa yang menawarkan kombinasi wisata alam dan edukasi. Goa alami dengan stalaktit dan stalagmit berpadu dengan kebun binatang yang memelihara lebih dari 400 jenis satwa, termasuk singa putih.
Bagi pencinta suasana pantai, Pantai Kutang di Kecamatan Brondong menyajikan pasir putih, hutan mangrove, dan jembatan kayu berwarna-warni yang menjadi spot foto favorit. Sementara itu, Tlogo Sadang menghadirkan panorama bekas tambang kapur yang kini berubah menjadi danau buatan dengan tebing-tebing mirip Grand Canyon versi mini.
Selain wisata alam, Lamongan juga menyimpan kekayaan religi dan sejarah. Makam Sunan Drajat, yang juga berada di Paciran, tercatat dikunjungi 1,6 juta orang sepanjang 2024.
Sunan Drajat merupakan salah satu tokoh Wali Sanga yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa. Di kompleks makamnya, pengunjung dapat melihat museum yang menyimpan peninggalan sejarah, seperti kitab kuno dan alat musik.
Tidak jauh dari sana, Monumen Van der Wijck di Kecamatan Brondong menjadi penanda sejarah maritim Indonesia. Monumen ini mengenang tenggelamnya kapal Van der Wijck pada 1936, peristiwa yang sempat diabadikan Buya Hamka dalam novelnya.
Adapun di Kecamatan Mantup, Istana Gunung Mas 27 menghadirkan suasana berbeda. Bekas area tambang kapur ini disulap menjadi taman wisata dengan bangunan bergaya Jawa, Bali, dan Tionghoa. Area ini juga ramah anak, dengan fasilitas memberi makan kelinci dan beragam spot foto.
Dengan ragam pilihan, Lamongan kini menawarkan paket wisata lengkap. Mulai dari wahana modern hingga destinasi religi, setiap pengunjung dapat menemukan pengalaman berbeda. Tak berlebihan jika Lamongan disebut sebagai salah satu tujuan wisata unggulan Jawa Timur pada 2025.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post