• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Senin, September 7, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Bencana Ekologis Sumatera: Ketika Alam Meminta Pertanggungjawaban Manusia

Redaksi by Redaksi
6 Desember 2025
in NASIONAL
0
Bencana Ekologis Sumatera: Ketika Alam Meminta Pertanggungjawaban Manusia
71
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Subhan Murtadla

Direktur Eksekutif : Indonesian Green Community

BogorOne.co.id – Pulau Sumatera kembali berduka. Dalam beberapa hari terakhir, tiga provinsi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dilanda rangkaian bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan pemukiman, infrastruktur, dan merenggut banyak nyawa.

Air bah datang tanpa ampun, membawa material lumpur, batu, hingga ribuan kubik kayu gelondongan yang hanyut seperti pasukan liar dari hulu sungai. Kayu-kayu besar itu menghantam jembatan, menutup aliran sungai, menimbun rumah, dan memperparah daya rusak banjir bandang.

BERITA LAINNYA

KAI Commuter

Lima Perjalanan KRL Bogor-Manggarai Dibatalkan Senin Sore

7 September 2026
dua penerbangan

Dua Penerbangan Ternate-Jakarta Batal, 324 Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026
BMKG

BMKG Targetkan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berkurang dalam 1-2 Hari

7 September 2026
Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

4 September 2026

Pemandangan ini bukan sekadar musibah. Ini adalah peringatan keras tentang kerusakan ekologis yang sudah lama kita abaikan.

Fakta Lapangan: Banjir Bukan Lagi Sekadar “Bencana Alam”

Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu langsung. Namun akar persoalan jauh lebih dalam: rusaknya *daerah aliran sungai (DAS),* hilangnya tutupan hutan, dan lemahnya pengelolaan lingkungan di kawasan hulu.
Beberapa temuan di lapangan serta laporan lembaga lingkungan menunjukkan:

1. Banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus tidak mungkin berasal hanya dari pohon tumbang alami. Ini indikasi kuat adanya kawasan hutan yang melemah atau diganggu aktivitas manusia.

2.  Deforestasi massif dalam satu dekade terakhir terjadi di ketiga provinsi tersebut.
Ketika hutan hilang, tanah kehilangan akar penahan, air kehilangan ruang resapan, dan sungai kehilangan penyangga alami.

3. Longsor beruntun menunjukkan tidak stabilnya struktur tanah di lereng-lereng perbukitan yang sebelumnya berhutan lebat.

4. Kerusakan hulu yang tidak tertangani menyebabkan banjir di hilir menjadi berlipat ganda, jauh lebih merusak dibanding sekadar banjir akibat hujan deras. Bencana ini adalah gabungan dari bencana hidrometeorologi dan bencana ekologis, sebuah “kombinasi maut” akibat intervensi manusia yang berlebihan.

Tanda Serius dari Alam: Kita Sudah Melewati Batas

Kayu-kayu besar yang hanyut bukan hanya material banjir. Ia adalah pesan visual, tanda dari hulu yang sedang menangis. Hutan adalah sistem penyerap air. Ia meredam banjir. Ia menstabilkan tanah. Ia menjaga sungai agar tetap berfungsi. Ketika pohon-pohon itu hilang atau ditebang tanpa kontrol, maka:
√air hujan tidak diserap,
√tanah kehilangan kekuatan,
√sungai kehilangan keseimbangannya,
√dan bencana menjadi tidak terhindarkan.

Bencana di Sumatera adalah bukti bahwa alam sedang menagih utang atas kelalaian manusia.

Kegagalan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan
Tragedi ini menunjukkan adanya:

1. Kelemahan pengawasan perizinan hutan dan tambang

Aktivitas legal maupun ilegal di kawasan hulu seringkali tidak diawasi ketat.

Ketika fungsi hutan terganggu, masyarakat di hilir menjadi korban.

2. Tata ruang yang tidak disiplin

Banyak kawasan rawan banjir, longsor, dan bantaran sungai yang berubah menjadi permukiman, bahkan industri.

3. Minimnya rehabilitasi DAS

Rehabilitasi hulu tidak sebanding dengan laju kerusakan.

Pemulihan hutan berjalan lambat, sementara eksploitasi berjalan cepat.

4. Lemahnya penegakan hukum lingkungan
Tanpa sanksi tegas, kerusakan hanya akan berulang. Bencana seperti ini hanyalah “episode terbaru” dari siklus kerusakan yang tidak pernah benar-benar dihentikan.

Dampaknya: Bukan Hanya Kerugian Fisik, Tetapi Kehidupan

Musibah di tiga provinsi tersebut telah:
√menghanyutkan rumah dan kendaraan,
√merusak infrastruktur vital,
√mengisolasi ribuan warga,
√memutus transportasi dan ekonomi,
√serta menyebabkan korban jiwa yang terus bertambah.

Ini bukan kerugian sesaat. Ini adalah  kerugian generasi dari anak-anak yang kehilangan keluarga hingga masyarakat yang kehilangan masa depan ekonominya.

Seruan Moral dan Spiritual: Alam Adalah Amanah, Bukan Komoditas

Sebagai bangsa yang religius, kita sering lupa bahwa merusak alam berarti merusak amanah. Kerusakan yang terjadi bukan hanya fenomena ekologis tetapi juga krisis moral.

Kita harus kembali pada prinsip bahwa manusia adalah khalifah, di bumi. Tugas kita bukan menghabiskan sumber daya, tetapi menjaga keseimbangan kehidupan.

Rekomendasi Mendesak: Jangan Biarkan Bencana Ini Menjadi Rutinitas

Tragedi ini harus menjadi titik balik.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus melakukan langkah konkret:

1. Audit total perizinan hutan dan tambang di hulu DAS Termasuk aktivitas yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.

2. Moratorium aktivitas di kawasan rentan
Seluruh aktivitas berisiko tinggi harus dihentikan sampai kondisi lingkungan dinyatakan pulih.

3. Rehabilitasi besar-besaran kawasan hutan dan DAS Ini bukan proyek seremonial, tetapi upaya penyelamatan jangka panjang.

4. Penguatan sistem peringatan dini dan tata ruang berbasis risiko bencana

5. Penegakan hukum tanpa kompromi
Kerusakan ekologis adalah kejahatan kemanusiaan. Pelakunya tidak boleh dilindungi.

6. Gerakan masyarakat untuk konservasi lingkungan Edukasi publik sangat penting agar masyarakat memahami bahwa menjaga alam sama dengan menjaga hidup.

Penutup: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh bukan akhir, melainkan peringatan.
Jika kita tidak berubah sekarang, kita akan terus menyaksikan bencana demi bencana, dengan korban semakin banyak dan kerusakan semakin luas.

Kita harus bertindak.
Kita harus memperbaiki kebijakan.
Kita harus menghentikan kerakusan.
Kita harus menyelamatkan hutan dan sungai kita — karena di sanalah masa depan bangsa ini berada.

Semoga musibah ini membuka mata kita semua. Alam sudah berbicara. Saatnya kita mendengarkan.

Tags: Bencana BanjirPulau Sumatera

Related Posts

KAI Commuter
NASIONAL

Lima Perjalanan KRL Bogor-Manggarai Dibatalkan Senin Sore

7 September 2026
dua penerbangan
NASIONAL

Dua Penerbangan Ternate-Jakarta Batal, 324 Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026
BMKG
NASIONAL

BMKG Targetkan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berkurang dalam 1-2 Hari

7 September 2026
Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045
NASIONAL

Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

4 September 2026
pembunuhan
NASIONAL

Cemburu, Pria di Cianjur Bunuh Istri Siri dengan Tongkat Kayu

4 September 2026
karhutla
NASIONAL

Karhutla Meluas, Api Mengancam Perkantoran Gubernur dan Permukiman di Pangkalpinang

3 September 2026
Next Post
Lima baliho illegal

Lima Baliho Ilegal Dibongkar Satpol PP di Jalur Gadog

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

PWI Nyatakan Sikap Atas Tewasnya Puluhan Jurnalis di Gaza

PWI Nyatakan Sikap Atas Tewasnya Puluhan Jurnalis di Gaza

4 November 2023
Terapkan Problem Based Learning, Polbangtan Kementan Gelar Teacher Training

Terapkan Problem Based Learning, Polbangtan Kementan Gelar Teacher Training

21 Juni 2022
Dishub Kota Bogor Kandangi 18 Angkot Bodong

Dishub Kota Bogor Kandangi 18 Angkot Bodong

5 April 2023
Soal Seleksi Calon Komisioner KPAID, Dewan Beri Catatan

Soal Seleksi Calon Komisioner KPAID, Dewan Beri Catatan

19 Januari 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In