BogorOne.co.id | Jakarta – FIFA menetapkan aturan baru berupa jeda rehidrasi wajib dalam setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Penghentian laga selama tiga menit pada menit ke-22 di setiap babak itu berlaku di seluruh 104 pertandingan, tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca.
Kebijakan tersebut akan membuat ritme pertandingan berubah. Secara teknis, laga akan terbagi menjadi empat segmen permainan. FIFA menyebut aturan ini sebagai penyederhanaan dari protokol kesehatan untuk menjaga kesejahteraan pemain, setelah berkonsultasi dengan pelatih dan pihak penyiar.
Keputusan itu merespons keluhan sejumlah pemain terkait kondisi panas pada Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, ketika suhu mencapai 38 derajat celsius. Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, mengaku sempat pusing di tengah laga akibat cuaca ekstrem. Striker Benfica, Andreas Schjelderup, juga menyebut situasi panas membebani fisiknya.
Laporan “Pitches in Peril” menyebut 10 dari 16 stadion tuan rumah Piala Dunia 2026 berada dalam risiko sangat tinggi tekanan panas ekstrem. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mempertimbangkan opsi menempatkan pemain cadangan di ruang ganti ber-AC untuk menghindari paparan panas. Ia juga menilai aturan baru ini bakal memengaruhi intensitas permainan.
Kendati berdalih kesehatan, kebijakan FIFA menuai skeptisisme. Harian Prancis L’Équipe mempertanyakan urgensi aturan tersebut karena suhu musim panas di beberapa lokasi tidak ekstrem, antara 20 derajat celsius di Kanada dan 23–28 derajat celsius di Amerika Serikat. Lazimnya, water break diterapkan saat suhu melampaui 32 derajat celsius.
Spekulasi turut muncul bahwa jeda tiga menit itu membuka ruang taktis bagi pelatih dan peluang komersial berupa slot iklan tambahan bagi penyiar.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post