BogorOne.co.id | Depok – Menjelang pergantian tahun, hiruk-pikuk khas malam Tahun Baru di Depok tampak meredup. Di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, lapak-lapak terompet dan petasan berjajar dengan warna-warni mencolok, namun nyaris tanpa kerumunan pembeli. Suasana yang biasanya riuh kini terasa lengang.
Aktivitas perdagangan perlengkapan Tahun Baru di kawasan itu dilaporkan merosot hingga 70 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padahal, malam pergantian tahun tinggal hitungan hari. Terompet plastik hingga petasan berbagai ukuran sudah lama dipajang, seolah menunggu antusiasme yang tak kunjung datang.
Dafin Munaf, salah satu pedagang terompet dan petasan, merasakan langsung lesunya pasar tahun ini. Ia menyebut penurunan penjualan jauh lebih dalam dibandingkan tahun lalu.
“Penjualan tahun baru kali ini kayaknya terlalu merosot sekali dibanding tahun kemarin,” kata Dafin dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 26 Desember 2025.
Menurut Dafin, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat lebih menahan belanja, terutama untuk kebutuhan hiburan. Daya beli yang melemah membuat perayaan Tahun Baru tidak lagi menjadi prioritas.
“Mungkin karena keadaan ekonomi sekarang. Pengaruhnya besar sekali,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, suasana pasar juga dipengaruhi imbauan agar masyarakat menahan diri menyalakan petasan dan terompet. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Bagi Dafin, imbauan itu turut memengaruhi minat beli, namun ia menilainya sebagai sikap yang patut dihargai.
“Pendapat saya, bagus. Karena di sana orang lagi kena musibah, tapi kita di sini senang-senang. Kita menghormati,” katanya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post