• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Mei 26, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Refleksi HPN 2026, Merawat Empati Jurnalisme di Tengah Gempuran AI

Redaksi by Redaksi
19 Januari 2026
in NASIONAL
0
Refleksi HPN 2026, Merawat Empati Jurnalisme di Tengah Gempuran AI
49
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si.

BogorOne.co.id – Perubahan dunia jurnalistik Indonesia datang bersamaan dengan krisis yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja, penutupan media lokal, dan melemahnya daya tawar redaksi, kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai teknologi yang menjanjikan efisiensi sekaligus memicu kecemasan.

Mesin AI kini tidak lagi sekadar membantu kerja jurnalistik, tetapi mulai ikut memproduksi berita dengan skala dan kecepatan yang sulit disaingi manusia.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru di tingkat global. Sejak awal 2010-an, kantor berita seperti Associated Press telah menggunakan sistem otomatis untuk menulis laporan keuangan dan olahraga berbasis data.

BERITA LAINNYA

APBN 2026

Efisiensi APBN 2026, MBG Tetap Jalan dengan Skema Baru

26 Mei 2026
Kejagung

Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO, Sejumlah Perusahaan Diperiksa

26 Mei 2026
Puluhan Tahun Bangun Rumah Orang Lain, 10 Tukang Bangunan di Jawa-Banten Kini Punya Rumah Layak dari Semen Tiga Roda

Puluhan Tahun Bangun Rumah Orang Lain, 10 Tukang Bangunan di Jawa-Banten Kini Punya Rumah Layak dari Semen Tiga Roda

25 Mei 2026
pakan ternak

Truk Terguling di Tol Cipali, Warga Angkut Pakan Ternak yang Tumpah

23 Mei 2026

Matt Carlson (2015) menyebut praktik ini sebagai automated journalism, fase awal ketika algoritma mulai mengambil alih sebagian fungsi penulisan berita. Namun dalam konteks Indonesia jauh lebih kompleks. AI masuk ketika ekosistem media sedang rapuh secara ekonomi, tertekan secara politik, dan terdisrupsi oleh platform digital.

Krisis tersebut memiliki akar panjang. Runtuhnya model bisnis media cetak dan migrasi iklan ke platform digital membuat redaksi kehilangan posisi dominan sebagai penjaga gerbang informasi.

Jay Rosen (2008) menandai runtuhnya gatekeeping tradisional, sementara Axel Bruns (2018) menggambarkan era gatewatching, ketika jurnalis lebih sering memantau dan mengikuti arus informasi yang telah dibentuk algoritma.

Dalam praktik media Indonesia, pergeseran ini tampak jelas di linimasa media sosial, tempat isu viral kerap lebih menentukan agenda pemberitaan dibandingkan pertimbangan editorial. Masalahnya, algoritma tidak bekerja atas dasar kepentingan publik, melainkan atas dasar keterlibatan dan klik.

Nick Davies (2008) sejak lama memperingatkan bahaya churnalism, yaitu jurnalisme instan yang miskin verifikasi akibat tekanan ekonomi redaksi. Dalam praktik media Indonesia, gejala ini muncul melalui berita salin-tempel, judul sensasional, dan produksi konten berbasis tren tanpa pendalaman. Kehadiran AI berpotensi mempercepat pola tersebut—bukan selalu karena niat buruk, melainkan karena tuntutan kecepatan dan efisiensi.

Di sisi lain, AI juga menawarkan solusi pragmatis. Redaksi yang kekurangan sumber daya dapat memanfaatkan AI untuk analisis data, penelusuran dokumen, hingga peringkasan isu kompleks.

Namun Nicholas Diakopoulos (2019) mengingatkan bahwa algoritma tidak pernah netral. Setiap sistem AI membawa bias dari data, desain, dan kepentingan yang membentuknya. Dalam konteks Indonesia, bias semacam ini menjadi berbahaya ketika bersinggungan dengan isu politik, identitas, dan konflik sosial.
Risiko lain yang kian nyata adalah disinformasi visual dan audio.

Chesney dan Citron (2019) memperingatkan bahwa teknologi deepfake berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap bukti digital. Dalam konteks Indonesia, dengan literasi media yang belum merata dan polarisasi politik yang kuat, manipulasi berbasis AI dapat memperdalam krisis kepercayaan terhadap media arus utama.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan jurnalisme Indonesia bukan sekadar soal adaptasi teknologi, melainkan soal orientasi dan bentuk praktik jurnalistik. Genre jurnalistik lama —sebutlah straight news, feature, maupun liputan seremonial — tidak lagi cukup untuk menghadapi banjir konten otomatis. Indonesia saat ini berada pada titik negosiasi yang krusial.
Karena itu, gagasan tentang genre baru yang tidak menyerahkan kerja jurnalistik kepada mesin, tetapi menempatkan AI sebagai alat bantu dalam jurnalisme data, investigasi, dan verifikasi mendalam.

Lewis, Guzman, dan Schmidt (2019) menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan mesin paling efektif ketika AI menangani pengolahan data, sementara jurnalis bertanggung jawab atas interpretasi, konteks, dan implikasi sosial berita. Genre baru ini juga berarti menjadikan verifikasi sebagai identitas utama media.

Lucas Graves dan Rasmus Kleis Nielsen (2016) menekankan bahwa jurnalisme verifikasi bukan sekadar teknik, melainkan posisi moral di tengah ekosistem informasi yang rapuh. Dalam situasi maraknya hoaks, manipulasi politik, dan konten AI generatif, verifikasi perlu diperlakukan sebagai produk jurnalistik itu sendiri.

Karena itu, jurnalisme Indonesia perlu kembali menegaskan sisi yang tidak dapat direplikasi mesin, yakni empati terhadap warga, keberpihakan pada kelompok rentan, dan keberanian mengawasi kekuasaan.

Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2014) mengingatkan bahwa loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga negara, bukan kepada teknologi, pasar, atau algoritma.
AI dapat menulis berita. Namun teknologi tersebut tidak memahami ketimpangan sosial, tidak merasakan dampak kebijakan publik, dan tidak memikul tanggung jawab etis.

Jika jurnalisme Indonesia hanya mengejar efisiensi teknologi, praktik jurnalistik berisiko berubah menjadi pabrik konten yang hidup secara teknis, tetapi mati secara substantif.

Di titik inilah Hari Pers Nasional 2026 seharusnya mengambil peran lebih dari sekadar perayaan. HPN 2026 perlu menjadi momentum refleksi kolektif untuk merumuskan arah jurnalisme Indonesia di era kecerdasan buatan.

Jika jurnalisme Indonesia mampu merumuskan genre baru yang sadar teknologi, kuat secara etika, dan peka terhadap konteks sosial, maka AI tidak akan menjadi ancaman eksistensial. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat untuk memperkuat fungsi jurnalisme sebagai ruang kritik, refleksi, dan pembentuk nalar publik di tengah demokrasi yang terus diuji.

Penulis adalah Dosen Kriminologi FISIP UI, Dewan Redaksi keadilan.id, dan Pengurus PWI Jaya

Boks Info
Tokoh Kunci Jurnalisme & AI
• Matt Carlson – Akademisi AS yang memperkenalkan istilah automated journalism,
• Jay Rosen – Profesor pengkritik runtuhnya peran media sebagai gatekeeper di era digital,
• Axel Bruns – Akademisi media Australia, penggagas konsep gatewatching,
• Nick Davies – Jurnalis investigasi Inggris, pengkritik churnalism dan jurnalisme instan,
• Nicholas Diakopoulos – Profesor peneliti algorithmic accountability dan bias AI,
• Bill Kovach & Tom Rosenstiel – Penulis The Elements of Journalism,
• Robert Chesney & Danielle Citron — Pakar hukum AS yang memperingatkan bahaya deepfake.

Tags: HPN 2026Jurnalisme

Related Posts

APBN 2026
NASIONAL

Efisiensi APBN 2026, MBG Tetap Jalan dengan Skema Baru

26 Mei 2026
Kejagung
NASIONAL

Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO, Sejumlah Perusahaan Diperiksa

26 Mei 2026
Puluhan Tahun Bangun Rumah Orang Lain, 10 Tukang Bangunan di Jawa-Banten Kini Punya Rumah Layak dari Semen Tiga Roda
NASIONAL

Puluhan Tahun Bangun Rumah Orang Lain, 10 Tukang Bangunan di Jawa-Banten Kini Punya Rumah Layak dari Semen Tiga Roda

25 Mei 2026
pakan ternak
NASIONAL

Truk Terguling di Tol Cipali, Warga Angkut Pakan Ternak yang Tumpah

23 Mei 2026
getah karet
NASIONAL

Diduga Curi Getah Karet untuk Makan, Kakek 72 Tahun Jalani Sidang di Kalianda

23 Mei 2026
Pengemudi Taksi
NASIONAL

Pengemudi Taksi yang Tertabrak KRL di Bekasi Jadi Tersangka

22 Mei 2026
Next Post
Semarak HPN 2026, PWI Kota Bogor Gelar 9 Rangkaian Kegiatan Mulai Februari Mendatang

Semarak HPN 2026, PWI Kota Bogor Gelar 9 Rangkaian Kegiatan Mulai Februari Mendatang

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Bus rombongan TNI AL

Bus Rombongan TNI AL Kecelakaan di Tol Belmera, 10 Prajurit Luka-luka

24 Desember 2025
Bupati Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto Kukuhkan 60 Anggota Paskibraka 2025

15 Agustus 2025
Komisi III Soroti Pembangunan Dua Unit Sekolah Satu Atap

Komisi III Soroti Pembangunan Dua Unit Sekolah Satu Atap

22 April 2024
Aktor ikonik Mortal Kombat

Aktor Ikonik Mortal Kombat Cary Tagawa Tutup Usia

6 Desember 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In