BogorOne.co.id | Beirut – Puluhan ribu warga mengungsi dari wilayah Lebanon selatan setelah militer Israel Defense Forces mengeluarkan perintah evakuasi paksa di tengah intensifikasi serangan terhadap kelompok Hezbollah.
Perintah itu diumumkan pada Rabu, 4 Maret 2026. Militer Israel meminta seluruh warga sipil di Lebanon selatan segera meninggalkan rumah mereka dan bergerak ke arah utara melewati Sungai Litani.
Kementerian Sosial Lebanon menyatakan sedikitnya 83.000 orang telah mengungsi sejak Israel melancarkan gelombang serangan udara baru pada pekan ini.
Pertempuran di perbatasan Lebanon–Israel kembali meningkat sejak Senin, 2 Maret 2026. Ketegangan memuncak setelah Hezbollah menembakkan roket ke wilayah Israel. Serangan itu diduga berkaitan dengan meningkatnya konflik setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, negara yang selama ini mendukung Hezbollah.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 72 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak, dan 437 lainnya terluka akibat serangan Israel yang menargetkan wilayah selatan Lebanon serta kawasan ibu kota Beirut.
Selain serangan udara, pasukan Israel juga melakukan operasi darat di Lebanon selatan pada awal pekan ini. Laporan Al Jazeera menyebutkan pasukan Israel meratakan sedikitnya lima bangunan residensial di kawasan pinggiran selatan.
Di sisi lain, Hezbollah menyatakan telah melakukan lebih dari selusin operasi militer terhadap Israel, termasuk peluncuran roket dan bentrokan langsung dengan pasukan Israel.
Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menuntut Israel menghentikan operasi militernya dan menarik pasukan dari Lebanon selatan. Ia membantah bahwa serangan kelompoknya merupakan balasan atas serangan terhadap Iran.
“Kami tidak akan menyerah apa pun pengorbanannya. Tindakan kami tidak terkait dengan pertempuran lain mana pun,” kata Qassem seperti dikutip Al Jazeera.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan pemerintahnya akan terus berupaya menghentikan perang dan memulangkan para pengungsi.
“Rakyat kami yang harus meninggalkan rumah mereka tidak bersalah atas apa yang menimpa mereka. Mereka adalah korban kebijakan yang bukan mereka buat,” ujar Salam.
Sementara itu Presiden Lebanon Joseph Aoun telah meminta duta besar Amerika Serikat di Beirut mendesak Washington agar menghentikan serangan Israel.
Ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran dalam beberapa hari terakhir juga memicu eskalasi konflik di kawasan. Kantor berita Iran Tasnim News Agency melaporkan lebih dari 1.000 orang tewas di Iran sejak Sabtu akibat serangan yang terkait konflik tersebut.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post