BogorOne.co.id | CIAMPEA – Berdiri sejak 9 April 1960, Pesantren Pertanian Darul Fallah Bogor resmi memasuki usia ke-66 tahun pada 2026 ini. Momentum Milad ke-66 Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah (YPPDF) di Ciampea ini menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan arah lembaga dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Tahun ini, milad mengusung tema filosofis: “Menanam Nilai-nilai, Memupuk Kemandirian, Memanen Generasi Unggul”. Tema ini menegaskan kembali jati diri Darul Fallah sebagai institusi pendidikan berbasis nilai yang memadukan kedalaman ilmu agama dengan kekuatan sektor agraris.
Integrasi Zikir dan Ikhtiar
Ketua Umum YPPDF periode 2025–2030, Dr. Ir. Naufal Mahfudz, MM, menyatakan bahwa perjalanan 66 tahun ini adalah proses panjang membangun peradaban berbasis nilai Islam. Menurutnya, Darul Fallah tidak hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi melahirkan manusia utuh yang berdaya.
“Di Darul Fallah, kita tidak memisahkan antara zikir dan ikhtiar. Santri diajarkan bahwa bekerja mengolah tanah adalah bagian dari ibadah, dan kemandirian adalah manifestasi dari nilai tauhid dalam kehidupan,” ungkap Dr. Naufal.
Ia menambahkan, di tengah disrupsi teknologi dan krisis pangan global, pesantren harus tampil progresif. Transformasi digital dan inovasi pertanian modern menjadi keharusan agar pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat.
Pusat Solusi Ketahanan Pangan Nasional
Dengan basis sumber daya manusia dan lahan yang dimiliki, Darul Fallah dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi solusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Namun, Dr. Naufal mengingatkan agar modernisasi tidak menggerus ruh pesantren.
“Transformasi boleh dilakukan, tetapi nilai tidak boleh ditinggalkan. Keikhlasan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap inovasi,” tegasnya.
Panggilan Aksi untuk Alumni
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Pesantren Pertanian Darul Fallah (IAD), Subhan Murtadla, S.Ag., M.E., menyebut milad ini sebagai momentum konsolidasi besar bagi para alumni.
Ia menekankan bahwa alumni adalah perpanjangan tangan pesantren di tengah masyarakat yang harus hadir membawa solusi konkret. Beberapa poin penting bagi alumni antara lain:
-
Konsolidasi Visi: Menyatukan langkah untuk membangun kemandirian umat.
-
Kontribusi Nyata: Mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi dan ketahanan pangan di daerah masing-masing.
-
Sinergi Lintas Sektor: Membangun jejaring yang kuat agar kontribusi alumni tidak bersifat parsial, melainkan terorganisir dan berkelanjutan.
“Alumni harus hadir sebagai solusi. Kita perlu membangun sinergi kuat antar-daerah dan lintas sektor agar dampaknya luas dan terasa bagi bangsa,” tutur Subhan.
Menatap Masa Depan
Peringatan Milad ke-66 ini mempertegas posisi Darul Fallah bukan sekadar lembaga pendidikan konvensional, melainkan sebuah gerakan dinamis. Melalui sinergi antara yayasan, pengelola pesantren, dan alumni, Darul Fallah optimis akan terus melahirkan generasi unggul yang mandiri dan memberikan manfaat bagi semesta.
Editor : Muttaqien























Discussion about this post