BogorOne.co.id | Jakarta – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap adanya potensi celah korupsi dalam program makan bergizi gratis (MBG). Salah satu indikasi yang menjadi perhatian pemerintah ialah dugaan praktik jual beli lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Pernyataan itu disampaikan Dudung usai menerima Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Joko Pramono di gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
“Banyak celahnya, banyak celahnya,” kata Dudung.
Menurut dia, informasi mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG mulai bermunculan dan perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu yang akan ditelusuri ialah dugaan praktik jual beli lokasi SPPG.
“Ya itu ada salah satunya ya, nanti akan saya lihat. Jual beli lokasi SPPG. Lokasi dapur ya,” ujar Dudung.
Ia mengatakan pemerintah akan mengecek langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan dalam program MBG.
Dudung juga menilai potensi penyimpangan tidak hanya muncul pada aspek distribusi dan penyediaan makanan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima program.
“Kalau misalnya temuan makanannya pun yang kemudian akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas, dan sebagainya. Nanti akan saya cek langsung di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Agus Joko Pramono mengatakan KPK memfokuskan pengawasan pada aspek pencegahan melalui penguatan tata kelola program MBG. Menurut dia, KPK telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional dan kini menunggu tindak lanjut dari lembaga tersebut.
“Kami dalam posisi pencegahan, banyak hal-hal yang bisa dilihat. Dari governance-nya kami coba awasi. Kemudian sistem-sistem yang selama ini kurang berjalan, kita sudah berikan masukan,” ujar Agus.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post