BogorOne.co.id | Kota Bogor – Penetapan 18 Mei sebagai Hari Jadi Tatar Sunda dinilai mengangkat kembali sejarah Pakuan Bogor sebagai pusat awal peradaban Sunda. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bogor Taufik Hassunna menyebut momentum tersebut menegaskan posisi Bogor sebagai lokasi lahirnya identitas politik Sunda sejak penobatan Maharaja Tarusbawa pada 669 Masehi.
Menurut Taufik, penobatan Tarusbawa pada tahun 591 Saka menjadi titik penting perubahan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa itu disebut sebagai kemunculan pertama nama “Sunda” sebagai entitas politik yang berdiri sendiri dan dikenal hingga ke luar Nusantara.
“Pengakuan Hari Jadi Tatar Sunda memperkuat fakta sejarah bahwa Pakuan di Bogor merupakan pusat awal pemerintahan Sunda,” kata Taufik dalam keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rujukan sejarah mengenai pendirian Pakuan tercantum dalam naskah Fragmen Carita Parahyangan atau Kropak 406. Dalam naskah tersebut, Tarusbawa memerintahkan seorang pujangga bernama Bujangga Sedamanah untuk mencari lokasi pusat pemerintahan baru.
Lokasi yang dipilih berada di kawasan hulu Cipakancilan atau wilayah Bogor saat ini. Kawasan tersebut dianggap strategis karena diapit sungai-sungai besar yang berfungsi sebagai benteng alami pertahanan kerajaan.
Di tempat itu kemudian dibangun keraton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Setelah pembangunan selesai, Tarusbawa bersama Bujangga Sedamanah menggelar upacara pemberkatan atau diprebokta sebagai simbol pengukuhan Pakuan menjadi pusat pemerintahan Tatar Sunda.
Taufik menilai penetapan Hari Jadi Tatar Sunda juga memberi perspektif baru terhadap sejarah Bogor. Selama ini Hari Jadi Bogor merujuk pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja pada 1482 Masehi. Namun, secara historis, penobatan Tarusbawa pada 669 Masehi disebut sebagai titik awal berdirinya Pakuan sebagai ibu kota Kerajaan Sunda.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post