BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Praktik pungutan liar di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, dinilai berpotensi menggerus kepercayaan wisatawan dan mengancam keberlangsungan sektor pariwisata setempat. Mantan Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta seluruh pihak ikut memberantas praktik tersebut agar citra Puncak sebagai destinasi wisata tetap terjaga.
Menurut Iwan, dampak pungli tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga ribuan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, mulai dari pedagang, pelaku UMKM, pengusaha hotel dan restoran, hingga pengelola objek wisata.
“Saya tidak ingin kawasan Puncak mengalami hal yang sama. Hancurnya objek wisata karena ulah segelintir orang akhirnya berdampak kepada banyak orang. Karena itu, kita semua harus sepakat menjaga kawasan Puncak agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan tidak khawatir saat berlibur,” kata Iwan, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia mencontohkan pengalaman di sejumlah destinasi wisata, seperti Curug Bidadari dan Gunung Pancar, yang menurutnya mengalami penurunan daya tarik akibat berbagai persoalan, termasuk ulah oknum yang merugikan pengunjung.
Iwan menegaskan pemberantasan pungli tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurut dia, masyarakat dan pelaku usaha pariwisata juga memiliki tanggung jawab menjaga nama baik kawasan wisata.
Ia menilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif pungli terhadap industri pariwisata. Kesadaran warga, kata dia, menjadi faktor penting untuk mencegah praktik tersebut terus berulang.
“Semua pihak harus ikut menyadarkan masyarakat. Pungli itu harus diberantas bersama karena dampaknya sangat besar terhadap dunia pariwisata,” ujarnya.
Iwan mengaku selama menjabat Bupati Bogor selalu merespons setiap laporan dugaan pungli di kawasan Puncak dengan berkoordinasi bersama pihak terkait agar persoalan segera ditangani.
Menurut dia, tindakan segelintir oknum yang mencari keuntungan dengan cara melanggar aturan tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak citra kawasan wisata dan menurunkan minat wisatawan berkunjung.
“Jangan sampai kawasan Puncak menjadi sepi karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Yang rugi bukan hanya pengelola wisata, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM, pengusaha hotel, restoran, hingga masyarakat sekitar,” kata Iwan.
Ia berharap kawasan Puncak tetap kondusif dan bebas dari praktik pungli sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung. Menurut dia, kondisi tersebut akan memperkuat daya saing pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan Puncak.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post