BogorOne.co.id | Caringin – Upaya mengendalikan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayah Kecamatan Caringin terus dilakukan. Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasie Trantibum) Kecamatan Caringin, Andriansyah, turun langsung berkeliling wilayah menggunakan sepeda motor untuk memetakan titik-titik timbulan sampah liar dengan memanfaatkan koordinat GPS.
Pemetaan tersebut dilakukan guna mendata lokasi tumpukan sampah, sekaligus mempermudah proses pengangkutan sampah melalui penentuan rute yang lebih efektif. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan sampah.
“Kegiatan pagi ini saya berkeliling desa untuk melakukan pemetaan timbulan sampah. Data lokasi saya ambil melalui GPS, kemudian saya petakan setiap tumpukan sampah liar yang ditemukan untuk dilaporkan kepada pimpinan dan ditindaklanjuti bersama dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujar Andriansyah, Jumat 7 Agustus 2026.
Menurutnya, hampir setiap desa masih memiliki titik-titik TPS liar. Karena itu, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus solusi dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menumpuk di berbagai lokasi, baik di jalan alternatif maupun jalan protokol.
“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami sedang mencari solusi agar jalan alternatif maupun jalan protokol tidak lagi menjadi TPS liar. Nanti akan kami koordinasikan dengan DLH apakah sampah akan diangkut ke TPS resmi atau dikelola di tempat pengolahan sampah,” paparnya.
Andriansyah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ia mendorong warga agar melakukan pemilahan sampah antara organik dan nonorganik sehingga dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan kembali sebagai bahan daur ulang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena dapat menimbulkan polusi udara. Jika ingin melakukan pembakaran, harus menggunakan teknik dan fasilitas yang sesuai seperti di tempat pengolahan sampah khusus,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan sampah menjadi kompos maupun produk kerajinan dari bahan daur ulang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi serta mencegah dampak lingkungan seperti banjir dan penyebaran penyakit.
“Dengan memanfaatkan sampah untuk kompos atau dijadikan kerajinan dari bahan daur ulang, kita bisa mengurangi dampak sampah. Daripada dibuang sembarangan dan menjadi masalah di kemudian hari, lebih baik dimanfaatkan sehingga memiliki nilai guna,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post