BogorOne.co.id – Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus memperkuat tata kelola pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui optimalisasi Bank Sampah Bersih Istiqomah yang berlokasi di Jalan Pelita Jaya II, RT 03/08.
Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati, menyampaikan bahwa keberadaan Bank Sampah Bersih Istiqomah diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat, tetapi juga oleh masyarakat Kota Bogor secara luas.
Menurutnya, gerakan dari tingkat wilayah ini menjadi fondasi awal untuk mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Ini adalah langkah kecil sebagai akar gerakan di wilayah. Mudah-mudahan tidak hanya warga Kelurahan Kedung Jaya, tetapi seluruh warga Kota Bogor bisa memanfaatkan fasilitas Bank Sampah Bersih Istiqomah ini,” ujar Yone.
Yone menjelaskan, potensi timbulan sampah di wilayahnya cukup besar. Dari total sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Kedung Jaya, estimasi produksi sampah harian mencapai rata-rata 2 kilogram per KK. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, hingga limbah kaca dan logam sangat krusial dimulai dari tingkat rumah tangga.
Pengelolaan bank sampah ini juga mendapat keterlibatan aktif dari warga. Selain jajaran pengurus RT dan mantan pengurus RW, pemanfaatan fasilitas pemilahan sampah ini telah meluas ke berbagai RW di wilayah Kedung Jaya, termasuk RW 08.
“Fokus utama kami saat ini adalah mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan. Kami ingin mengarahkan Kelurahan Kedung Jaya menuju target Zero Sampah,” tegasnya.
Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Bersih Istiqomah, Nurita Eryani, menekankan bahwa pencapaian zero waste membutuhkan proses panjang yang berfokus pada perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.
“Poin utamanya bukan sekadar pada sampahnya, melainkan pada manusianya. Bagaimana mengubah perilaku dan pola pikir warga. Bilamana masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, masalah sampah secara otomatis akan terkendali,” papar Nurita.
Nurita menjelaskan bahwa Bank Sampah Bersih Istiqomah mengolah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis dan berdaya guna.
Untuk limbah minyak goreng bekas (jelantah), pengelola bertindak sebagai penampung (collector) bagi pengusaha pengolah lanjutan, serta mengolah sebagian kecil di antaranya menjadi suvenir lilin.
Sedangkan untuk sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran, bank sampah ini mengolahnya menjadi eco-enzyme. Produk turunan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari pembersih lantai, sabun cuci piring, sabun cuci baju, sabun mandi, hingga sabun wajah.
“Selain produk pembersih, ampas eco-enzyme juga difungsikan sebagai pupuk organik, penyerap udara kotor, hingga bahan bantal terapi. Manfaatnya sangat luas untuk kesehatan lingkungan, tanaman, dan masyarakat,” jelas Nurita.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post