BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade memilih pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebagai langkah utama untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya. Dia meminta masyarakat bergerak bersama membersihkan lingkungan dari tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Upaya yang paling penting adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan bersama seluruh masyarakat,” kata Jaro Ade, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Jaro Ade, PSN dinilai lebih penting karena menyasar sumber berkembang biaknya nyamuk, terutama genangan air. Sementara fogging tidak dilakukan secara rutin di seluruh wilayah, tetapi hanya diterapkan ketika ditemukan faktor risiko penyebaran DBD.
“Fogging dilaksanakan apabila ditemukan faktor risiko penyebaran DBD di suatu wilayah,” ujarnya.
Selain PSN, Pemkab Bogor menjalankan penyuluhan dan promosi kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah juga kembali menggalakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan melalui gotong royong, termasuk program Jumat Bersih yang sempat vakum di sejumlah wilayah.
Pengendalian jentik nyamuk dilakukan dengan pemberian larvasida atau bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
Jaro Ade juga meminta masyarakat segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala DBD pada diri sendiri maupun anggota keluarga. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah kondisi pasien memburuk.
Dia mengatakan upaya pengendalian DBD tidak dapat dilakukan pemerintah daerah seorang diri. Kecamatan, UPT kesehatan, dan pemerintah desa perlu terlibat dalam pencegahan hingga penanganan kasus.
“Kolaborasi antara kecamatan, UPT kesehatan, dan desa menjadi kunci agar penanganan DBD berjalan lebih efektif dan menyeluruh,” kata Jaro Ade.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post