BogorOne.co.id — Pusat kuliner Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbesar resmi beroperasi di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, pada Kamis 17 September 2026. Sentra kuliner yang disiapkan selama empat bulan ini langsung menyedot antusiasme masyarakat dari kawasan Jabodetabek hingga Sukabumi dengan menghadirkan 184 tenan.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, menyampaikan rasa syukurnya atas geliat aktivitas ekonomi yang kini kembali ramai di Pasar Jambu Dua. Ia mencatat tingginya minat para pedagang lokal untuk ikut berjualan di lokasi tersebut.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pak Wali Kota Bogor yang sudah mendukung penuh perjuangan kami dalam meramaikan kembali pasar ini,” ujar Jenal.
Selain kepada Wali Kota, Jenal turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, serta insan pers yang konsisten mempublikasikan dan mendukung kemajuan Perumda Pasar Pakuan Jaya, terutama dalam pengembangan Pasar Jambu Dua.
Pada kesempatan yang sama, Dirut PT BAM selaku mitra pengelola, HM Ages, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pelaku UMKM lokal melalui skema sewa yang terjangkau.
“Pascapromosi awal Rp1 juta untuk tiga bulan, tarif sewa kini disesuaikan secara terjangkau dengan skema flat sekitar Rp200 ribu per bulan agar pedagang bisa fokus berkembang,” jelas Ages.
Ages menambahkan, pengelola masih menyediakan sekitar 400 unit kios dan los kosong untuk menampung pelaku UMKM baru. Pihaknya juga terus membenahi fasilitas pendukung, seperti penambahan kipas angin berukuran besar, penyediaan area merokok (smoking area), hingga pengerukan lahan (cut and fill) untuk perluasan area parkir seluas 3.000 meter persegi.
Sejak difungsikan sebagai pusat kuliner, tingkat kunjungan ke Pasar Jambu Dua melonjak drastis hingga mencapai rata-rata 1.800 pengunjung per hari pada akhir pekan. Keberadaan pusat kuliner ini juga diperkuat kebijakan Pemkot Bogor yang mewajibkan jajaran ASN berbelanja produk UMKM di pasar tersebut.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post