BogorOne.co.id — Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, melakukan audiensi strategis bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Republik Indonesia, kemarin.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi serta sinergi antarinstansi terkait pembangunan infrastruktur dan penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, pembahasan berfokus pada langkah-langkah strategis untuk mempercepat cakupan pelayanan air bersih serta penguatan regulasi BUMD Air Minum.
Penataan regulasi ini dinilai sangat krusial guna mendorong penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) agar peningkatan kualitas pelayanan publik dapat berjalan secara terukur dan akuntabel.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan pengelola BUMD air minum merupakan kunci utama dalam mengatasi berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
”Audiensi ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengawal ketersediaan infrastruktur air minum yang handal. Kami membahas berbagai aspek mendasar, mulai dari penguatan tata kelola BUMD hingga penyelarasan kebijakan regulasi agar pelayanan air minum dapat dirasakan secara optimal, merata, dan berkelanjutan,” ujar Rino Indira Gusniawan, dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Rino menambahkan, bahwa ketersediaan air bersih bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan regulasi diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan iklim kerja yang mendukung pengembangan kapasitas operasional BUMD Air Minum di seluruh Indonesia.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi yang erat antara Kementerian PPN/Bappenas dan Perumda Tirta Pakuan. Sinergitas ini ditargetkan mampu mendorong terwujudnya sistem penyediaan air minum (SPAM) yang efisien, modern, serta berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Editor : Muttaqien























Discussion about this post