BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pembangunan penataan kawasan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, salah satunya revitalisasi Jalan Ranggagading menuai protes warga lantaran jalan tersebut ditutup.
Penutupan jalan alternatif menuju Jalan Kampung Cincau, Kelurahan Gudang, terlihat diujung Jalan Ranggagading dibuat tangga sehingga tidak ada akses jalur kendaraan.
Menurut warga sekitar Asep mengatakan, jalan Ranggading sudah ada sejak zaman Belanda yang merupakan jalan akses dan terbuka untuk mobilitas warga. Namun, kini ditutup dengan dibangunnya tangga setinggi kurang lebih sekitar 3 meter.
“Dari zaman dulu, Jalan Ranggagading itu menjadi jalan umum bagi warga Kampung Cincau yang hendak menuju ke Jalan Suryakencana. Engga tau kenapa sekarang dibuat tangga yang tinggi sehingga mobil dan motor tidak bisa melalui jalan itu lagi,” ucapnya, Kamis (23/12/21).
Senada, Januar salah seorang pemilik toko yang berlokasi di jajaran Sekolah Tinggi Kesatuan turut angkat bicara. Dirinya mengeluhkan keberadaan tangga tersebut, karena kini kendaraan pengirim barang ke tokonya, harus berputar dahulu ke Sukasari kemudian ke Bondongan lalu masuk ke arah pasar cunpok.
“Akibatnya, sekarang sudah jarang mau berkirim barang ke toko saya. Apalagi di pasar cunpok yang sempit sering macet,” jelasnya.
Disisi lain, seorang akademisi Priyatna(52) mengaku merasa heran dengan dibuatnya jalan Ranggagading seperti sekarang ini. Apalagi, berakibat dikeluhkan masyarakat usaha, warga dan pengemudi yang sering melalui jalan tersebut.
“Jadi penataannya terkesan diskriminasi sedangkan, Jalan Pedati dan Lawangseketeng tidak dibuat seperti itu,” katanya.
Sementara itu, Hardi salah seorang perwakilan Paguyuban warga SEPAKAT menuturkan, pihaknya mewakili masyarakat tidak pernah menyatakan persetujuannya untuk penataan Suryakencana, termasuk Jalan Ranggagading.
“Para pemilik usaha di sekitar Jalan Ranggading dan warga masyarakat sepanjang Kampung Cingcau, berharap tangga yang tinggi tersebut, segera dibongkar karena tidak jelas manfaatnya dan lebih banyak merugikan,” tandasnya. (Fik)























Discussion about this post