BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ajang kejuaraan renang Dispora Cup Kota Bogor 2022 atau Bogor Ngocepat menuai protes, pasalnya Panitia hanya memberi hadiah berupa voucher belanja sebesar Rp50 ribu kepara para juaranya.
Protes itu muncul dari sejumlah orangtua Perseta lomba tersebut. Salah satu orang tua atlet mengaku uang pendaftaran untuk satu kategori sebesar Rp60 ribu. Anak saya total ikut 6 nomor,” kata salah satu orangtua peserta yang enggan disebutkan namanya.
“Tapi, pas anak saya memenangi salah satu nomor, hadiahnya cuma dapet voucher, 2 voucher untuk belanja total Rp50 ribu dan 2 voucher tiket berenang,” ujarnya.
Diakui dia, dengan hadiah yang diterimanya hanya berupa voucher, membuat mental anaknya terpukul.
“Ya kecewa, anak saya sampe tanya hadiahnya cuma voucher aja. Saya khawatir anak saya gak mau ikut kejuaraan lagi,” jelasnya.
Menurut dia, tak hanya dirinya yang kecewa atas event tersebut, tetapi para orangtua atlet lainnya merasakan hal yang sama. “Semua mempertanyakan hadiah dari panitia. Masa sekelas Dispora tidak ada hadiah uang pembinaan,” ujarnya.
Sementara Ketua Panitia Dispora Cup 2022 Kota Bogor, Sopian Sanjaya saat dikonfirmasi perihal tersebut menjelaskan, bahwa lomba tersebut kegiatan diluar dari Dispora.
“Ini kegiatan mandiri dan non APBD, kegiatan diselenggarakan Garuda Sport Indonesia (GSI) yang bekerjasama dengan Dispora Kota Bogor dan perwasitannya dari PWRSI Kota Bogor,” kata Sopian belum lama ini.
“Kegiatan mandiri untuk membangun prestasi Kota Bogor yang sudah fakum hampir dua tahun tidak pernah ada event renang,” sambungnya.
Soal hadiah yang diberikan panitia kepada para juara dalam ajang ini, menurut Sopian, sebenarnya sudah disepakati dari awal bahwasanya pihaknya hanya memberikan medali dan piagam saja.
Kemudian, pihaknya juga memberikan piala khusus bagi sekolah yang jumlah atletnya banyak memenangi kejuaraan renang Dispora Cup 2022 Kota Bogor atau Ngocepat 1.
Tetapi lanjut dia, pada saat berjalannya waktu ternyata, suport dari sponsor tidak sesuai dengan yang diharapkam. “Ada sponsor yang memberikan apresiasi berupa voucher yang kita terima. Disitu kita kebingungan, akhirnya (diputuskan) voucher ini kita berikan kepada para pemenang,” ucapnya.
“Itu ibaratnya bentuk hiburan atau tambahan untuk para peraih emas,” sambung pria yang sekaligus pendiri GSI.
Namun, Sopian mengaku tidak tahu jika hadiah berupa voucher ini malah menjadi persoalaan di kemudian hari.
Karena, sesuai kesepakatan di awal yang sudah diumumkan pada saat technical meeting, panitia tidak memberikan hadiah berupa uang pembinaan.
“Sudah disampaikan kepada pelatih. Hanya medali dan piagam saja, itu saja. Jadi memang itu ibaratnya panitia yang penting memberikan satu kegiatan bermanfaat khususnya bagi pelajar Kota Bogor ada kegiatan yang menunjang prestasi mereka,” imbuh dia.
“Kalau jadi persoalan, mungkin tidak tersampaikan oleh para pelatihnya, kalau kita sih karena pada saat penyampaian terakhir memang menyampaikan, dari awal bahwa kita itu tidak ada hadiah uang pembinaan sama sekali,” lanjutnya.
Disinggung soal uang pendaftaran para atlet, Sopian menuturkan bahwa uang pendaftaran digunakan untuk membeli medali, piagam hingga pembayaran lainnya salah satunya wasit.
“Bukan hanya piagam juara, tapi semua peserta diberikan piagam. Untuk medali khusus juara saja mencapai 110 buah. Belum untuk medali perak dan perunggu, dikali dua berarti ada 220 buah. Dan ketebalan medalinya juga lumayan besar sekitar 2 milimeter,” beber dia.
“Belum lagi seperti tenda kita maksimalkan, untuk kepanitian kurang lebih ada 56 wasit diluar dari kepanitian hingga dari 30 anak yang mendapatkan juara ini sedang digojlok untuk meningkatkan di event-event berikutnya,” imbuhnya.
“Jadi kita memang banyak pengeluaran yang begitu besar, tapi kita tetap optimalkan supaya kejuaraan tetap terlaksana,” tutur Sopian.
Meski begitu, dijelaskan Sopian, para atlet yang berhasil meraih juara dalam ajang ini, bisa memanfaatkan penghargaan yang sudah diraihnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya melalui Jalur Prestasi (Japres).
“Penghargaan ini bisa digunakan untuk mendaftar ke sekolah melalui Japres, dan itu sudah sesuai hasil rapat. Dalam penghargaan itu juga ada rekomendasi event, kalau untuk TK-SMP dari Disdik dan kalau SMA lewat KCD. Intinya (penghargaan) berpengaruh dan bermanfaat,” ujarnya.
Masih kata Sopian, untuk jumlah peserta yang mengikuti kejuaran ini mencapai 300 orang lebih. Mulai dari tingkat TK hingga SMA se-Kota Bogor.
Sedangkan, ada enam kategori umur dengan beberapa nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini.
Sementara itu, Kabid Prestasi Dispora Kota Bogor, Danny Suhendar meminta maaf kepada orangtua atlet atas kekecewaan yang dirasakan dalam ajang kejuaraan renang Dispora Cup 2022 Kota Bogor atau Ngocepat 1 ini.
Bahkan, diakui Danny, ada juga beberapa orangtua atlet yang langsung mempertanyakan persoalan ini kepada dirinya.
“Kita juga serba dilematis. Tidak ada hadiah dan kita ketitipan (voucher) akhirnya diputuskan diberikan hanya untuk juara satu,” kata Danny.
“Ada yang nanya juga tapi setelah dijelaskan akhirnya menerima, sudah dijelaskan di tehnical meeting dan hadiah hiburan berupa voucher,” ucapnya.
“Ada miss (kesalahan) di tehnical meeting. Intinya lain kali harus ada uang pembinaan, dan yang pasti kami tidak mencari untung,” tandas Danny. (Fry)























Discussion about this post