BogorOne.co.id | Kota Bogor – Abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau yang terbawa hingga wilayah Kota Bogor memunculkan persoalan baru, potensi perubahan kualitas air baku yang menjadi sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengatakan abu vulkanik yang terbawa air hujan dapat masuk ke badan air dan meningkatkan konsentrasi partikel di dalam sumber air.
Kondisi itu berpotensi membuat air baku lebih keruh sekaligus mengubah karakteristiknya. Karena itu, Tirta Pakuan meningkatkan perhatian terhadap kondisi sumber air untuk memastikan air yang diproses tetap memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
“Jika terjadi perubahan kondisi pada sumber air, pemantauan kualitas menjadi bagian penting untuk memastikan proses pengolahan tetap berjalan dengan baik,” kata Rino, Rabu, 9 September 2026.
Menurut dia, air dari sumber air baku tidak langsung dialirkan ke rumah pelanggan. Air terlebih dahulu melalui serangkaian proses pengolahan dan pemantauan kualitas sebelum dinyatakan layak untuk didistribusikan.
Rino mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan masyarakat perlu tetap waspada, terutama saat terjadi hujan yang membawa abu vulkanik.
Ia meminta pelanggan memastikan tempat penampungan air di rumah dalam kondisi tertutup dan bersih. Masyarakat juga diminta tidak menampung air hujan secara langsung untuk dikonsumsi jika terjadi hujan abu.
“Untuk pelanggan, pastikan tempat penampungan air di rumah selalu tertutup dan bersih. Jika terjadi hujan abu, hindari menampung air hujan secara langsung untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Rino menegaskan keberadaan abu vulkanik memang dapat memengaruhi kondisi sumber air. Namun, air yang diterima pelanggan telah melalui proses pengolahan dan pemantauan kualitas.
“Abu vulkanik? Jangan panik. Kenali prosesnya dan jaga kualitas airnya,” kata dia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post