BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Hampir sebulan setelah kebakaran melanda Kampung Babakan Kidul, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bantuan sembako, kasur, dan perlengkapan mandi baru tiba. Ketika logistik itu disalurkan, korban justru sudah membutuhkan bahan bangunan untuk kembali mendirikan tempat tinggal mereka yang terbakar.
Kebakaran terjadi pada 13 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor baru disalurkan pada Rabu, 9 September 2026.
Sekretaris Desa Cimande Hilir, Mulyadi, menyayangkan keterlambatan tersebut. Menurut dia, bantuan berupa sembako, perlengkapan mandi, dan kasur semestinya diberikan beberapa hari setelah kebakaran ketika warga masih berada dalam kondisi darurat.
“Bantuan sembako, kebutuhan mandi, dan kasur seharusnya diserahkan beberapa hari pascakejadian. Korban dalam kondisi sangat membutuhkan, sehingga bantuan mendasar seperti itu penting untuk segera diberikan,” ujar Mulyadi kepada PAKAR, Rabu, 9 September 2026.
Hampir sebulan setelah kejadian, kebutuhan korban kini telah bergeser. Warga tidak lagi hanya membutuhkan logistik untuk bertahan setelah mengungsi, tetapi juga bahan bangunan untuk memperbaiki atau membangun kembali tempat tinggal yang rusak akibat kebakaran.
“Bantuan yang diterima saat ini harusnya dipakai saat awal mengungsi, bukan baru diberikan sekarang. Saat ini warga justru butuh bantuan bahan bangunan,” kata Mulyadi.
Salah satu korban, Ahmad Amsori, warga Kampung Babakan Kidul RT 03/RW 03, Desa Cimande Hilir, turut menerima bantuan tersebut. Bantuan yang datang akhirnya dapat meringankan sebagian kebutuhan keluarga Ahmad setelah terdampak kebakaran.
Namun, pemulihan pascakebakaran masih menjadi persoalan. Kehilangan tempat tinggal membuat kebutuhan warga tidak berhenti pada makanan dan perlengkapan sehari-hari. Mereka membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal dan mengembalikan kehidupan seperti sebelum bencana.
Keterlambatan penyaluran bantuan tersebut menjadi catatan bagi mekanisme penanganan bencana di Kabupaten Bogor. Proses pendataan korban, pengajuan, hingga distribusi bantuan perlu dilakukan secara cepat agar bantuan tiba ketika kebutuhan darurat masih berlangsung.
Pemerintah Desa Cimande Hilir berharap koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor diperbaiki. Penanganan korban bencana, kata Mulyadi, semestinya tidak berhenti pada penyaluran logistik, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan warga pada setiap tahap pemulihan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post