• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Juli 29, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Redaksi by Redaksi
29 Juli 2026
in NASIONAL
0
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
31
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Perdebatan mengenai hubungan antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya diskusi mengenai stabilitas ekonomi nasional, nilai tukar rupiah, hingga arah kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global.

Mantan Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso, SH., LL.M., menjelaskan bahwa masyarakat selama ini cenderung menganggap BI dan Kementerian Keuangan selalu berjalan dalam satu kepentingan. Padahal, menurutnya, kedua institusi tersebut memiliki mandat yang berbeda, namun saling melengkapi.

“Orang sering mengira Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan selalu sejalan. Padahal tidak sesederhana itu. Di kalangan ekonom bahkan dikenal istilah Thamrin versus Lapangan Banteng. Thamrin melambangkan Bank Indonesia, sementara Lapangan Banteng identik dengan Kementerian Keuangan. Keduanya memiliki orientasi yang berbeda sesuai mandat yang diemban,” ujar Agus kepada JurnalPatroliNews.Rabu (29/7/2026).

Ia mengibaratkan hubungan kedua lembaga tersebut layaknya penabuh kendang dan penari dalam budaya Jawa. “Iramanya harus selaras agar pertunjukan berjalan baik. Tetapi ritme keduanya tidak selalu sama karena masing-masing mengejar tujuan yang berbeda. Justru di situlah keseimbangan ekonomi dijaga,” katanya.

BERITA LAINNYA

Hotman Paris Hutapea

Hotman Paris dan PWI Berdamai, Laporan Polisi Segera Dicabut

28 Juli 2026
Alarm Bahaya! Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Ungkap Krisis Integritas Hukum Nasional

Alarm Bahaya! Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Ungkap Krisis Integritas Hukum Nasional

28 Juli 2026
Hasil Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Kamboja Skor 5-1

Hasil Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Kamboja Skor 5-1

28 Juli 2026
Tinjau Langsung Kebakaran di Ciptamulya, Bupati Instruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana

Tinjau Langsung Kebakaran di Ciptamulya, Bupati Instruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana

26 Juli 2026

Independensi BI Menjaga “Keringat Rakyat”
Dalam pandangan Agus, independensi Bank Indonesia merupakan fondasi utama bagi stabilitas ekonomi nasional. Sebagai bank sentral, BI memegang kewenangan strategis dalam mengelola nilai rupiah sehingga tidak boleh berada di bawah tekanan politik jangka pendek.

“Bank Indonesia memiliki kewenangan mencetak dan mengedarkan rupiah. Kekuasaan sebesar itu harus dijalankan secara independen agar mampu menjaga inflasi tetap terkendali. Saya sering menyebut tugas BI sebagai menjaga keringat rakyat,” ungkapnya.

Menurut Agus, inflasi bukan sekadar persoalan angka ekonomi, melainkan berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

“Bayangkan seorang buruh menerima upah Rp100 ribu hari ini yang cukup memenuhi kebutuhan keluarganya. Jika akibat inflasi besok uang yang sama hanya mampu membeli sebagian kecil kebutuhan pokok, maka yang hilang bukan hanya nilai uang, tetapi juga hak hidup masyarakat. Itulah amanat utama bank sentral.”

Agus menilai masih banyak masyarakat yang memahami tugas BI hanya sebatas menetapkan suku bunga acuan. Padahal, ruang lingkup tanggung jawab bank sentral jauh lebih luas.

“Bank Indonesia menjaga keseluruhan ekosistem moneter. Stabilitas harga, kepercayaan terhadap rupiah, kesehatan perbankan, kelancaran sistem pembayaran, keamanan transaksi digital hingga pengendalian inflasi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Jika satu mata rantai terganggu, kepercayaan publik terhadap sistem keuangan juga bisa ikut terganggu,” jelasnya.

Sementara itu, Agus menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan memiliki peran sebagai otoritas fiskal yang bertanggung jawab menjalankan kebijakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Menteri Keuangan merupakan bagian dari kabinet sehingga berkewajiban menerjemahkan visi Presiden menjadi program pembangunan melalui APBN, pengelolaan pajak, bea cukai, pembiayaan negara hingga memastikan seluruh program pemerintah memiliki dukungan anggaran. Orientasinya memang berbeda dengan BI,” katanya.

Karena itu, Agus menilai tidak tepat jika masyarakat berharap kedua institusi selalu mengambil keputusan yang sama.
“Kalau selalu sepakat, justru saya khawatir. Perbedaan pandangan merupakan mekanisme pengimbang dalam menjaga perekonomian.”

Ia mencontohkan, pemerintah dapat mendorong penambahan likuiditas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara BI justru melihat likuiditas masih berlebih akibat tingginya undisbursed loan sehingga memilih menyerap kelebihan uang beredar.

“Dari luar terlihat bertentangan, padahal masing-masing sedang menjalankan mandat konstitusionalnya.”

Agus juga menyoroti tantangan ketika terjadi arus keluar modal asing dari Indonesia. Dalam kondisi tersebut, BI kerap mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah.

“Namun setiap keputusan moneter selalu memiliki konsekuensi. Ketika suku bunga naik, bunga kredit ikut meningkat, biaya produksi perusahaan bertambah, laba usaha menurun, hingga akhirnya penerimaan pajak negara juga bisa terdampak. Karena itu setiap kebijakan harus dihitung secara sangat cermat,” paparnya.

Menurut Agus, dinamika antara BI dan Kementerian Keuangan justru merupakan bagian dari sistem pengawasan alami dalam pengelolaan ekonomi nasional.

“Kementerian Keuangan bekerja dalam siklus pemerintahan lima tahunan. Sementara Bank Indonesia berpikir jauh lebih panjang, bahkan hingga dua puluh atau dua puluh lima tahun ke depan. Yang satu mendorong percepatan pembangunan, sedangkan yang lain menjaga kesinambungan ekonomi. Dua perspektif ini harus tetap ada agar pembangunan tidak mengorbankan stabilitas.”

Ia menambahkan, bank sentral memang kerap dianggap terlalu konservatif karena lebih mengutamakan pengendalian inflasi dibanding mengejar pertumbuhan jangka pendek.

“Menggelontorkan uang memang menyenangkan dalam jangka pendek. Tetapi jika kemudian harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok melonjak, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya. Bank sentral harus berani mengambil keputusan yang mungkin tidak populer.”

Menutup wawancara, Agus menegaskan bahwa menjaga independensi Bank Indonesia bukan perkara mudah karena setiap kebijakan moneter selalu mengundang kritik dari berbagai pihak.

“Gubernur Bank Indonesia bukan politisi. Ia tidak memiliki partai maupun mesin politik. Ketika kebijakannya dianggap tidak populer, ia harus siap menerima kritik. Namun itulah konsekuensi sebuah lembaga independen.”

Menurutnya, tujuan utama independensi BI bukan untuk menjaga kepentingan pemerintah, melainkan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
“Pada akhirnya, yang dipertahankan adalah kepercayaan terhadap rupiah. Selama rakyat Indonesia masih menggantungkan kehidupannya pada rupiah, selama itu pula independensi Bank Indonesia harus dijaga,” pungkas Agus Santoso (Tim JP)

Tags: Bank IndonesiaBIKemenkeuPPATK

Related Posts

Hotman Paris Hutapea
NASIONAL

Hotman Paris dan PWI Berdamai, Laporan Polisi Segera Dicabut

28 Juli 2026
Alarm Bahaya! Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Ungkap Krisis Integritas Hukum Nasional
NASIONAL

Alarm Bahaya! Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinilai Ungkap Krisis Integritas Hukum Nasional

28 Juli 2026
Hasil Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Kamboja Skor 5-1
NASIONAL

Hasil Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Kamboja Skor 5-1

28 Juli 2026
Tinjau Langsung Kebakaran di Ciptamulya, Bupati Instruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana
NASIONAL

Tinjau Langsung Kebakaran di Ciptamulya, Bupati Instruksikan Segera Lakukan Penanganan Bencana

26 Juli 2026
Lambat Ditangani Polresta, Kasus Dugaan Gratifikasi KPU Kota Bogor Dilaporkan ke Propam Polri
BOGOR RAYA

Lambat Ditangani Polresta, Kasus Dugaan Gratifikasi KPU Kota Bogor Dilaporkan ke Propam Polri

26 Juli 2026
Kejagung Tetapkan FA Tersangka TPPU, Penahanan di Rutan KPK Jadi Sorotan
NASIONAL

Kejagung Tetapkan FA Tersangka TPPU, Penahanan di Rutan KPK Jadi Sorotan

25 Juli 2026
Next Post
Fahrizal Desak DPRD Kota Bogor Kawal Transparansi Penanganan Dugaan Gratifikasi

Fahrizal Desak DPRD Kota Bogor Kawal Transparansi Penanganan Dugaan Gratifikasi

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Setelah Melalui Proses Panjang Sejak Tahun 2018, DPRD Tetapkan PERDA Perubahan RTRW

Setelah Melalui Proses Panjang Sejak Tahun 2018, DPRD Tetapkan PERDA Perubahan RTRW

15 Juli 2021
konferensi PWI

Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi PWI Jabar 2026

24 November 2025
Pramuka

Tabur Bunga dan Doa Warnai Peringatan Hari Pramuka ke-64 di TMP Dreded

14 Agustus 2025
Diduga Korsleting Listrik, Belasan Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran RS Salak

Diduga Korsleting Listrik, Belasan Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran RS Salak

7 April 2023

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In