BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ikatan Remaja Masjid (Irema) dari Masjid Jami Nurul Iman Lebak Kantin Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah tampak sumringah saat melihat kedatangan Mobil Ambulans.
Bahkan, terlihat berkaca-kaca saat menyambut kedatangan Mobil Ambulans. Mereka berbangga hati, karena perjuangan mereka selama 7 bulan bergotong royong dalam mengumpulkan dana swadaya dari warga, dapat terwujud dengan datangnya Ambulans tersebut.
Ketua Irema Masjid Nurul Iman Andri Saprudin menyampaikan, pihaknya sangat bangga dan senang sekali, karena apa yang mereka perjuangkan selama ini dapat terwujud.
Yakni, memiliki ambulance untuk membantu warga yang membutuhkan layanan Ambulans, baik itu untuk mengantar atau menjemput warga yang mengalami musibah Sakit ataupun mengantarkan warga yang mengalami kematian untuk dikebumikan di pemakaman umum.
Dijelaskannya, ide memiliki Ambulans ini berawal saat rapat pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) bersama Tokoh Masyarakat dan Sesepuh di Lebak kantin pada 2021 lalu, program Ambulans ini dicetuskan oleh Ustadz Adi Wijaya (Jaya), Ketua DKM Masjid Nurul Iman.
Seperti diketahui bersama lanjut dia, pada awal pandemi, banyak warga yang membutuhkan layanan Ambulance, sedangkan Ambulance yang ada hanya itu itu saja.
“Terkadang, saat kita sedang sangat membutuhkannya, Ambulance tersebut sedang digunakan oleh warga yang lainnya, sehingga kami harus menunggu beberapa waktu,” ungkap Andri, Selasa (08/03/22).
Andri menjelaskan, dalam rapat tersebut disepakati lah Program Sapoe Dua Rebu Sa Susuhunan (S3), dengan kami (Irema) sebagai pelaksana pengumpulan dananya.
“Selama 7 bulan kami berkeliling ke rumah warga dalam mengumpulkan dana untuk dapat membeli Ambulance ini. Syukur Alhamdulillah dapat terwujud sesuai dengan yang diharapkan. Program ini akan terus berlangsung selama dua tahun kedepan, mengingat Ambulance yang kami dapatkan ini dibeli dengan cara dicicil,” ujarnya.
Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Ustadz Adi Wijaya mengatakan, program S3 ini nanti nya akan juga memfasilitasi pembelian tanah Wakaf pemakaman Warga Lebak Kantin, Pendidikan dan kemandirian Ekonomi Masyarakat atau Baitul Maal. Jadi tidak hanya berhenti di pengadaan mobil Ambulance saja.
“Program S3 ini akan terus kita galakan dari hati ke hati, dari kita dan untuk kita bersama. Karena kalau bukan kita sendiri yang mau berusaha seperti ini, mau siapa lagi,” ungkap Ustadz Jaya.
Ustadz Jaya melanjutkan, mengenai program kami kedepan, seperti pembelian tanah wakaf, itu masih dibicarakan teknis nya seperti apa.
“Semoga apa yang kami lakukan saat ini mendapatkan keberkahan dan dimudahkan segala sesuatunya oleh Allah SWT,” tandasnya.
Terpisah, Lurah Sempur Dicky Pratama menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi sekali apa yang sudah dilakukan warga Lebak Kantin melalui DKM Nurul Iman, atas berhasilnya program swadaya masyarakat dalam pengadaan kendaraan Ambulans.
“Ini hal yang tidak mudah, karena masih di masa pandemi, tetapi ini semua bisa terwujud karena niat baik dan diimbangi dengan ikhtiar dari DKM Nurul Iman bersama Warga lebak Kantin. Mudah-mudahan Ambulans ini bisa bermanfaat untuk kepentingan warga dan semoga ini juga bisa menjadi amal ibadah untuk warga,” kata Lurah Dicky.
Program yang disajikan Masjid Nurul iman merupakan program baik yang berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat juga.
“Tentu saja hal yang baik juga perlu ditularkan kepada wilayah yang lain yang ada di Sempur khususnya, dan saya berharap juga masyarakat bisa merasakan manfaatnya dari program tersebut,” tutup Lurah Dicky. (Fry)























Discussion about this post