BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mendirikan tenda untuk mengevakuasi warga dari bangunan yang dinilai berisiko setelah gempa bermagnitudo 4,1 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi bangunan roboh dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Gempa yang berpusat di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Guncangannya berdampak hingga Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Camat Leuwiliang Rizky Widyanto mengatakan dirinya langsung mendatangi Desa Purasari setelah gempa terjadi. Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait kemudian mendirikan tenda sebagai bagian dari upaya evakuasi warga dari bangunan yang dinilai berisiko.
“Kami bersama pihak terkait juga membangun tenda untuk mengevakuasi warga, untuk mengantisipasi adanya korban jiwa,” kata Rizky.
Di Kecamatan Pamijahan, dua desa terdampak gempa, yakni Cibunian dan Purwabakti. Camat Pamijahan Eka Novari mengatakan petugas masih mendata jumlah rumah yang mengalami kerusakan di kedua desa tersebut.
“Kami masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak. Sementara tidak ada korban jiwa,” ujar Eka.
Pemerintah kecamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan aparat desa telah memeriksa sejumlah titik terdampak untuk memastikan kondisi bangunan dan keselamatan warga.
Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Cibunian, Taufiq Rahman, mengatakan satu rumah warga teridentifikasi mengalami kerusakan berat. Adapun rumah dengan kerusakan ringan dan sedang masih dalam pendataan.
“Sementara ini yang rusak berat ada satu, yang rusak ringan dan sedang masih dalam pemantauan. Sampai sekarang kami masih memastikan keselamatan warga,” kata Taufiq.
Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak untuk memastikan jumlah rumah yang rusak serta kondisi warga setelah gempa. Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post