BogorOne.co.id | Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah jalur kereta api yang dipetakan rawan bencana untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengatakan langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta menjelang Idulfitri.
“DJKA menyiagakan personel dan alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana untuk mengawal kelancaran arus mudik masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Allan, Minggu, 22 Februari 2026.
Di wilayah Semarang dan sekitarnya, DJKA memantau sejumlah lokasi yang kerap terdampak banjir, tanah labil, dan longsor. Pengawasan juga difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang jalur rel untuk mengantisipasi banjir seperti yang terjadi pada awal tahun ini.
Menurut Allan, sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, antara lain pemasangan pancang rel, pembangunan cross drain, penguatan sheet pile baja, normalisasi sungai, hingga peninggian elevasi jembatan dan rel. Area tersebut dipantau selama 24 jam melalui kamera pengawas dan sensor yang dipasang di lokasi rawan.
Di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 titik. Peralatan itu disiapkan untuk penanganan darurat apabila terjadi bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta.
Upaya tersebut sejalan dengan pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di wilayah kerja DJKA. Pemantauan dilakukan bersama operator kereta api dan pemerintah daerah untuk menekan risiko gangguan perjalanan.
Selain itu, DJKA merampungkan ramp check sarana perkeretaapian. Hingga Sabtu, 21 Februari 2026, sebanyak 3.571 sarana telah diperiksa dari total 4.181 sarana yang dijadwalkan menjalani ramp check selama masa angkutan Lebaran.
Total sarana tersebut terdiri atas 326 lokomotif, 2.119 kereta yang ditarik lokomotif, 103 kereta rel diesel, dan 1.633 kereta rel listrik. Pemeriksaan dilakukan sejak 2 Februari 2026 di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian untuk memastikan kelaikan operasional.
DJKA juga melakukan pemeriksaan standar pelayanan minimum di stasiun, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana, serta menyiapkan Posko Harian Bidang Perkeretaapian guna memantau mobilitas masyarakat.
Untuk angkutan Lebaran 2026, kapasitas kereta api antarkota diperkirakan mencapai 3,58 juta tempat duduk. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada Selasa, 24 Maret 2026.
Selama periode tersebut, sekitar 384 perjalanan kereta api antarkota beroperasi setiap hari. DJKA mengimbau masyarakat menghindari tanggal-tanggal puncak untuk mengurangi kepadatan di stasiun.
“Kami terus berupaya memastikan seluruh persiapan berjalan optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat,” kata Allan.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post