BogorOne.co.id | Cibungbulang – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Galuga, di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Senin 7 September 2026 pukul 15:00 wib menjelang sore hari kemarin, terbakar.
Api yang terus berkobar sampai mendekati pukul 18:00 wib sore harinya, tak mampu lagi dibendung warga yang mencoba membantu memadamkan. Sedangkan dugaan yang menjadi penyebab peristiwa kebakaran tersebut, sampai kini masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Hingga Selasa (08/09/2025) pukul 15:22 wib sore, terhitung lebih dari 15 armada mobil yang masing masing sudah melakukan empat kali pengambilan air untuk pemadaman api, namun tetap saja api yang berkobar dan menjalar diatas tumpukan sampah maupun yang ada dibawah tumpukannya, sulit dijinakkan.
Dan bukan mobil pemadaman kebakaran saja yang terjun kelokasi untuk menetralisir api, melainkan juga satu unit pesawat Helikopter milik Lanud Atang Sanjaya dikerahkan membantu proses pemadaman memakai tehnik Water Bombing dari udara.
Irfan warga Galuga mengatakan, api yang membakar gunungan sampah setinggi 8 meter hingga 10 meter yang mulai tembus sampai kedasar, di Senin sore itu sangat sulit dipadamkan.
“Awal terjadi kebakaran, semua warga yang dekat lokasi dibantu para pemulung TPA Galuga, saling bahu membahu memadamkan api menggunakan alat alat sederhana pengangkut air, tapi kobaran api semakin membesar, jadi warga tidak sanggup lagi menanganinya,” kata irfan Warga Kampung Moyan, Desa Galuga, kepada Terminalnews.id dilapangan.
Irfan menambahkan, diduga lebih dari 3 hektar luas sampah TPA Galuga milik Pemerintah Kota Bogor dari keseluruhan luas yang mencapai puluhan hektar itu, ludes dilalap sijago merah.
“Ditambah saat ini sedang musim kemarau panjang, sudah pasti api dengan mudah menjalar keseluruh area sampahnya, bahkan hingga kearea pembuangan sampah milik pemerintah Kabupaten Bogor yang ada disebelahnya”, tukasnya.
Dua Pemerintah Daerah Bogor Panik
Begitu mendapat informasi telah terjadi kebakaran TPA Galuga pada Senin malam, kedua pemerintah daerah selaku pemilik Lokasi pembuangan sampahnya, yaitu Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bogor, dibuat panik .
“Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakilnya Jaro ade pada malam kebakaran, datang meninjau lokasi”, ujar petugas UPT Sampah Galuga Kota Bogor.
Sementara Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin yang datang meninjau peristiwa pada Selasa (08/09/2026) siang, langsung didaulat awak media untuk memberi keterangan.
“Sejak awal upaya yang dilakukan Pemkot berkolaborasi dengan Pemkab Bogor, sepakat melakukan pemadaman api secepatnya”,kata Jenal Mutaqin Wakil Walikota Bogor.
Dan api tambahnya, memang sempat padam pada pukul sembilan pagi karena dibantu pemadaman memakai tehnik Water Bombing menggunakan helikopter milik Lanud Atang Sanjaya, namun karena angin bertiup kencang, jadi apinya kembali menyalah.
“Tak kurang dari 48 personel BPBD, damkar Tagana, serta depok dua unit damkar diterjunkan ke TKP, sedangkan untuk pasokan airnya, kami banyak dibantu oleh Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Cabang Leuwiliang,” jelasnya
Wakil Walikota menambahkan, sementara waktu pembuangan sampah menggunakan armada truk kota Bogor dihentikan dulu, Karena aksesibilitas masuk kelokasi dihentikan, dan saat ini seluruh armada terkondisi di BNR, dan di kantor DLH Paledang. Sehingga terhitung Kurang lebih 450 ton sampah sudah dalam posisi angkut untuk dibuang.
“Jika dalam tiga hari kedepan sampah sampah tersebut tidak juga terbuang ke TPA Galuga, Pemkot Bogor telah meminta izin kepada Pemprov Jabar untuk membuang sampah ke TPPAS Nambo. Akan tetapi kita belum tahu teknologi penanganan sampah di nambo seperti apa. Kita harus bahas dulu, Takutnya malah menimbulkan kegaduhan”,pungkasnya.
Dari pantauan BogorOne.id dilapangan, dijumpai sebanyak 6 unit truk sampah, tak diketahui apakah ke 6 unit armada sampah itu milik Pemkot Bogor atau Kabupaten, terparkir di halaman kantor UPT Pengawas Bangunan Dan UPT. PUPR Jembatan dan Jalan Wilayah 4 Ciampea, sampai menunggu lokasi TPA yang terbakar hebat tersebut dibuka kembali.
Editor. : Jef Sukapura
























Discussion about this post