BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam mengasah bakat anak Pramuka, Sekolah Madrasah Aliyah Negri (SMAN 2 ) Kota Bogor gelar Kompetisi Pramuka (Kompra) mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK tingkat Nasional.
Salah satu yang di undang dan mengikuti kompres yaitu SMPN 20 Kota Bogor, Selasa (27/12/22).
SMPN 20 itu mempunyai nama “KANAYA” didalamnya itu ada putra ada putri untuk menguji kompetensi selama 2 tahun pandemi kami vakum sehingga ini memulai hal yang baru sejauh manakah ketangkasan, keterampilan, keberanian dalam mengikuti sebuah ajang atau event untuk menunjukkan keberanian mereka,” ujar Kepala sekolah SMPN 20 Dra. Dwi Nurharyani, Msi.
Alhamdulillah di antara 4 cabang lomba, yaitu Koloni Tongkat, Wait Game, Melukis Estafet dan Idola Penggalang Nusantara, tetapi hanya tiga yang diikuti karena kekurangan lengkapan dari tim satuan putra.
Adapun yang mengikuti kompra sebanyak 14 peserta yang 2 untuk ikut estafet melukis kemudian IPN 2 orang, sisanya 10 orang mengikuti wait game, kolaborasi putra putri.
“Jadi kami hanya mengikuti tiga katagori, yaitu lomba wait game yang dilaksanakan pada hari Minggu (25/12) dan melukis estafet yang diadakan hari Sabtu dan satu lagi IKN. Baru satu yang meraih juara yaitu melukis estafet yang diwakili oleh 2 orang peserta yakni, penggalang putri Deril dan Upi,” ucapnya.
Lanjut Dwi, ini sebuah kebanggaan bagi saya sebagai kepala sekolah, Karena sejak saya disini Pramuka baru unjuk kerja performance nya pada saat di MAN2 Kompra tersebut.
Tapi ada satu tambahan lagi bahwa SMPN 20 alhamdulilah SK agriditasi sudah A. Dan ada satu siswa yang sudah lolos dalam pramuka Garuda. Dan dari para pembina Pramuka, kepala sekolah nya sendiri mendapatkan penghargaan Dharmabakti, karena loyalitas, karena dedikasi nya, kepedulian nya terhadap Pramuka yang di dapat dari Kwarnas pada tahun 2022.
Kemudian ada dua pembinanya Wira rahayu dan Sridadi yang memperoleh penghargaan Pancawarsa Satu, itu juga sama hanya masa baktinya tidak sama dengan Dharmabakti,” bebernya.
Kendati demikian, anak anak dan para pembina tidak pantang menyerah dalam cuaca hujan mereka tetap bersemangat mengikuti lomba tersebut. “Saya sebagai kepala sekolah mengucapkan terima kasih kepada pelatih kepada orang tua, komite kemudian para pembina nya kemudian khususnya kepada Ade Ade penggalang KANAYA di SMPN 20, semangat terus jangan pantang menyerah tunjukan Satyaku Ku darmakan, Darmaku Ku baktikan, tetap Jaya untuk KANAYA SMPN 20,” ungkapnya.
Harapan saya jangan melihat dari kemenangan nya, tetapi bagaimana ade-ade penggalang ini bisa memaksimalkan, bahwa ini sebuah bekal nanti untuk menjadi jadi orang orang yang tangguh, kuat, yang mandiri dan bertanggung jawab.
Kalo juara itu mungkin sebuah bonus tetapi disini kebermanfaatannya ada Dasa Darma, 10 itu harus dimaknai dan di amalkan,” tandasnya. (Yud)

























Discussion about this post