BogorOne.co.id | Kota Bogor – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor, Bayu Zulkarnaen (36), sempat mengirim pesan singkat kepada istrinya sebelum diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pesan itu dikirim Bayu sekitar pukul 18.15 WIB, setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai pustakawan di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bogor.
“Percisnya saya tidak tahu. Cuma sempat kontekan dengan istrinya bahwa korban WA ‘Saya Pulang’ begitu,” kata Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin saat ditemui di lokasi pencarian, Jumat, 14 Agustus 2026.
Setelah pesan tersebut diterima, Bayu tak lagi memberi kabar. Hingga Jumat sore, keberadaannya belum diketahui.
Petugas menduga Bayu terjatuh ke aliran Sungai Cisadane setelah sepeda motor yang dikendarainya ditemukan di ujung jembatan penghubung Kelurahan Cikaret dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.
Motor dalam keadaan mesin mati, sementara lampu depannya masih menyala. Polisi menduga motor sempat berhenti setelah melintasi turunan jembatan yang cukup curam.
“Lampunya saja yang nyala, mesinnya mati. Karena kalau motor kopling apabila posisi masuk (gigi) pasti mesin mati ketika berhenti,” ujar Ihin.
Tak lama setelah motor ditemukan, tim SAR menemukan helm dan tas yang diduga milik Bayu. Kedua barang itu ditemukan sekitar 100 meter dari titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban jatuh.
“Yang baru ketemu barang korban saja, helm sama tas, untuk korban belum ditemukan,” kata Ihin.
Tidak ada saksi yang melihat langsung Bayu terjatuh ke sungai. Karena itu, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.
Ihin mengatakan Bayu disebut baru menggunakan sepeda motor dengan sistem kopling. Informasi dari warga juga menyebut korban baru pulang bekerja ketika melintasi jembatan tersebut.
“Informasi dari warga, korban ini baru pegang motor yang ada koplingnya. Korban baru pulang kerja. Jadi dimungkinkan terjatuh,” ujarnya.
Jembatan tersebut merupakan jalur alternatif yang banyak digunakan warga untuk menuju Pamoyanan dan Cikaret. Jalur itu menjadi salah satu pilihan setelah Jalan Danasasmita mengalami longsor.
“Jalan ini sebetulnya alternatif semenjak Jalan Danasasmita longsor. Jalan ke Pamoyanan yang terdekat. Cuma memang bisa dilihat jalannya cukup curam,” kata Ihin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan Bayu merupakan warga Pamoyanan dan ASN di lingkungan Pemkot Bogor.
“Warga Pamoyanan, ASN pegawai Disarpus Kota Bogor. Pegawai kita, pegawai Pemkot,” ujar Dimas.
Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pada Jumat pagi. Operasi memasuki hari kedua dengan menyisir aliran Sungai Cisadane dan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur korban terbawa arus.
Pencarian melibatkan BPBD Kota Bogor, kepolisian, dan tim SAR gabungan. Operasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.
“Masih melakukan pencarian tim gabungan. Hari kedua,” kata Dimas.
Hingga Jumat, Bayu belum ditemukan. Petugas masih menyisir aliran sungai dengan mempertimbangkan kondisi medan dan arus di sekitar lokasi.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post