24 C
Bogor
Selasa, 22 Juni 2021

Bangkit dan Berlari Melawan Pandemi

Must read

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lebih dari setahun, pandemi covid-19 memukul berbagai sendi kehidupan. Namun kehidupan harus terus berjalan, sehingga harus terus ada perjuangan untuk  keluar dari situasi buruk akibat pandemi. Roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat harus tetap berjalan. Karena itulah di momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539, 3 Juni 2021, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak seluruh warga bangkit dan lebih keras melawan pandemi. Tetap terus membangun serta menata Kota Hujan, dengan penerapan ketat protokol kesehatan.

Berbagai langkah penanganan pandemi digeber. Peran perangkat daerah dioptimalisasi. Salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor, BPBD mengambil alih banyak percepatan. Termasuk membangun Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Kota Bogor dalam waktu dua pekan. “Ini untuk mengantisipasi ketersediaan tempat tidur yang sudah melampaui standar yang ditentukan,” ungkap Bima Arya. Waktu itu penularan Covid-19 sudah sangat darurat. Buktinya, baru beberapa jam operasional, RS lapangan sudah penuh oleh pasien covid.

Rumah Sakit Lapangan bukan langkah akhir penanganan covid. Pemkot juga menyiapkan tempat lain untuk isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan persiapan untuk menghadapi situasi terburuk. Di sisi lain, kampanye protokol kesehatan dilakukan secara masif. Tetapi kampanye saja tidak cukup dan diperlukan langkah yang lebih tegas, seperti larangan kerumunan massa,  membatasi jam operasional tempat-tempat publik, menjatuhkan sangsi kepada para pelanggar prokes dan memberlakukan kebijakan ganjil genap untuk mengendalikan mobilitas warga. “Ganjil Genap diindikasikan berhasil menurunkan potensi kerumunan yang dihasilkan dari pertemuan warga dari luar Kota Bogor menuju Kota Bogor,” ujar Dedie A.Rachim.Terakhir, muncul ‘ledakan Griya Melati’. Gerak cepat dan intensitas penanganan kluster perumahan tersebut, membuahkan hasil. Alhamdulillah menjelang HJB, dari 95 warga yang terpapar, 54 warga dinyatakan sudah sembuh.

Upaya penanganan pandemitidak cukup sampai disitu, karena “Perlu pendekatan multidimensi dan ketahanan keluarga, kami anggap penting,” jelas Bima Arya.Kemudian Jaring Pengaman Sosial (JPS) hingga vaksinasi terus dikebut. Sejauh ini, Kota Bogor sudah memberi vaksin kepada 150 ribuan sasaran atau setara 18-20 persen.Selain itu, Kota Bogor juga terus berikhtiar memberikan bantuan bagi UMKM, insentif pajak dan menciptakan sumber pemasukan baru melalui pembentukan destinasi wisata alam.

Di tengah deraan kasus pandemi, Pemerintah Kota Bogor tetap menjalankan fungsi pelayanan publik dan pembangunan. Dalam setahun terakhir tercatat berbagai usaha dinamis yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Berikut beberapa hasil dari dinamika yang terjadi

Satgas Covid-19 Intensif Lakukan Penanganan Penyebaran Corona di Griya Melati

Satgas Covid-19 Kota Bogor melakukan langkah-langkah penangan intensif, mencegah penyebaran Corona di perumahan Griya Melati, Kecamatan Bogor Barat. “Ini masuk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Waktu itu pernah juga ada hal serupa di wilayah Semplak, hampir mirip seperti ini,” kata Ketua Saatgas Covid – 19 Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Atensi khusus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona tak meluas lagi ke wilayah lain. Penanganan dibantu beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), personel Polresta Bogor Kota dan juga Kodim 0606 untuk memastikan warga tetap terlayani dengan baik. Mulai dari suplai makanan hingga obat – obatan dan vitamin. Bahkan hingga teknis pembuangan limbah medis disana.

Satpol PP menyiagakan personil, Dinkes menyediakan ambulans, Disperdagin menyediakan mobil kebutuhan sehari – hari. Dinas Dalduk KB menyediakan personil administrasi, Dinsos menyediakan Mobil Dapur Umum, DLH menyediakan angkutan khusus infeksius, BPBD penyemprotan desinfektan dan penyediaan APD, Diskominfo menyediakan Call Center, dan Dishub menyediakan bus untuk pengangkutan atau evakuasi.Selain itu warga tetap bisa mendapatkan asupan kebutuhan sehari – hari tanpa ada mobilitas dari para warga yang terkonfirmasi positif. Juga sterilisasi di rumah – rumah warga yang terkonfirmasi. Dipisah keluarga yang terkonfirmasi dengan keluarga lain yang tidak. Dibentuk pula tim khusus untuk menangani tracing kontak erat lanjutan dari awal kasus covid di perumahan itu

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menambahkan, ada empat personel kepolisian setiap harinya yang melakukan penjagaan di Griya Melati. Hal itu untuk memperketat pemberlakuan karantina wilayah secara mikro disana. “Kita jaga 24 jam, mengawasi area ini terutama keluar masuk warga disini. Kita juga akan perketat warga yang belanja online, kita catat semua barang yang masuk, juga warga yang keluar masuk ke wilayah perumahan,” tegas Susatyo.

Di pihak lain, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan menyatakan, saat ini ada 15 orang personel TNI yang ikut bergantian menjaga kawasan tersebut. Selain itu, ada satu unit kendaraan milik Koramil yang disiagakan untuk perbantuan evakuasi. “Kami juga melakukan penyemprotan desinfektan disana. Tidak hanya didalam perumahan, tapi juga di luar di sekitar perumahan. Kami ingin memastikan semuanya aman di wilayah itu,” kata Roby.

Ia juga menegaskan, ada beberapa tim yang dibagi untuk siaga 24 jam di Griya Melati. Seperti tim pengawasan, pencegahan, tim dukungan dari dinas terkait, terutama tim kesehatan. “Ada Koramil, polsek, Pol PP, dan sekuriti serta satgas internal di perumahan tersebut. Saya dalam rapat tadi menyampaikan kita akan evaluasi, jika memang ada warga yang rentan atau bergejala langsung kita evakuasi saja. Jangan sampai dibiarkan di rumah,” tambah Roby.

Pemkot dan juga TNI Polri bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya menyiapkan pasar mobile yang akan melayani kebutuhan warga Griya Melati yang sedang melakukan isolasi. Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir menjelaskan, konsep pasar berjalan ini adalah menyediakan sebagian besar barang-barang yang ada di pasar, dibawa ke perumahan Griya Melati untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya. “Jadi sistemnya,masyarakat bisa hubungi kami, mau apa saja. Nanti tinggal kami siapkan pesanannya. Harga secara umum sama dengan yang di pasar, karena ini barang dari pasar dan kami sifatnya hanya membantu membawa ke dalam kompleks ini,” jelas Muzakkir.

WTP Ke-5 Diraih Kota Bogor

Pemerintah Kota Bogor kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Prestasi tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat Agus Khotib, di Bandung melalui hasil Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020.

Hasil pemeriksaan diterima langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto. Dengan hasil ini, berarti untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2016, Kota Bogor meraih prestasi yang sama.  “Opini WTP ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran laporan keuangan,” kata Bima.

Smart City Naik Level

Pemkot Bogor terus berusaha mewujudkan model Smart City yang ideal. Targetnya, indeks penilaian dari sejumlah indikator tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Sejauh ini, Kota Bogor menjadi salah satu 100 Smart City yang akan mendapatkan penilaian dari seluruh Indonesia.”Smart City itu memiliki enam dimensi, yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, hingga smart environment. Setiap dimensi itu yang akan dinilai dan memang harus ada program-program strategis yang diwujudkan di dalamnya,” papar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat.

Beberapa program startegis menjadi unggulan untuk dinilai pada tahun ini. Perwujudan smart governance telah muncul melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang memudahkan layanan pemerintah terhadap masyarakat luas. Sementara itu, smart environment diwujudkan melalui program Botak atau Bogor Tanpa Plastik, yang menyentuh ke sisi lingkungan.Smart branding yang mengusung Kampung Tematik Mulyaharja. Smart society, diwujudkan dengan aplikasi Sibadra. Smart living, ada pedestrian Kebun Raya Bogor. Termasuk panataan Suryakencana dan Pajajaran, yang masih dalam pengerjaan. Sejauh ini Kota Bogor telah mengantongi indeks penilaian di kisaran 2,97. Angka itu lebih tinggi dibanding rata-rata indeks nasional yang hanya 1,98 maupun Jawa Barat di angka 2,6.

Kampung Perca, ”Peluru” Bangkit dari Pandemi

Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian terus berupaya mewujudkan Kampung Perca di tengah pandemi. Ini adalah perjuangan menciptakan sentra industri rumahan dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat di Kelurahan Sindang Sari.  Pandemi Covid-19 telah berakibat meningkatkan jumlah pengangguran di kelurahan itu. Sebelumnya tercatat 182 orang pengangguran dan kini menjadi 278 orang. Tak hanya itu, keluarga miskin juga bertambah dari 581 KK menjadi 1.190. Yane meyakini, jika dikerjakan dengan baik, Kampung Perca bisa menjadi ”peluru” atau solusi membantu warga Kota Hujan bangkit dari tekanan ekonomi. “Ini yang kita siapkan sama-sama,” jelasnya. Pembangunan Kampung Perca ditujukan untuk  menggerakkan ekonomi masyarakat berdasarkan potensi lokal, mewujudkan kelurahan Sindangsari sebagai pusat produk perca dan destinasi wisata belanja produk perca serta menjadi salah satu daya ungkit recovery ekonomi Kota Bogor.

16 Jam Ekspedisi Ciliwung Bogor-Jakarta

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung berhasil menuntaskan ekspedisinya dalam waktu 16 jam dalam pengarungan sungai Ciliwung sepanjang 70 kilometer menggunakan perahu karet tepat di Hari Pahlawan 10 November 2020 dan Hari Ciliwung 11 November 2020.Ini bukan sekedar pengarungan, karena ada misi yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut. “Kami banyak mencatat, sepanjang perjalanan ada banyak titik pembuangan sampah, pembuangan limbah. Jadi, titik warga yang buang sampah di sungai kami catat,” ujar Bima.

Dari Bogor sampai Depok ada 34 titik pembuangan sampah. Jumlahnya kian banyak ketika dari Depok sampai Manggarai. Jumlahnya bahkan ratusan. Kemudian ada limbah yang dibuang langsung ke sungai, kebanyakan pabrik tahu. Mayoritas opini selama ini selalu bilang banjir kiriman dari Bogor. Ini yang perlu diluruskan. Seberapa besar kiriman banjir dari Bogor. Seberapa besar penyumbang banjir di Jakarta. Jika merujuk data, sebagian besar sampah dan limbah lokasinya dari Depok ke Jakarta. “Kalau dari Bogor sampai Depok vegetasinya masih hijau,” tambahnya.

Menurut Bima, Ciliwung adalah urusan bersama. Pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dari hulu ke hilir. Jika tidak serius, atau tidak ada kerjasama antar daerah yang dilintasi Ciliwung maka yang terjadi adalah masalah yang berulang. Pengarungan tersebut, diikuti 12 perahu karet berisikan para penggiat lingkungan, seperti Komunitas Peduli Ciliwung dan Satgas Ciliwung serta didukung oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan unit rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Blok F Segera Rampung

Blok F Pasar Kebon Kembang bakal segera bisa dihuni para pedagang. Pembangunannya sudah hampir 100 persen.Persentase itu sudah meliputi berbagai infrastruktur dan sarana disediakan untuk menampung para pedagang kaki lima (PKL). Proses transaksi jual beli juga dipastikan sudah bisa dimulai meskipun masih terbatas di lantai dasar blok tersebut.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, pasar tersebut rencananya akan dibuka pelan-pelan. Soft launching itu setelah memindahkan para pedagang yang sebelumnya berlokasi di Dewi Sartika yang dan Jalan Nyi Raja Permas. Dengan pemindahan itu, sekaligus pemkot Bogor mengukuhkan penataan menyeluruh Alun Alun Kota Bogor dan juga Masjid Agung.

Mawar-Merdeka Steril PKL

Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Jalan Merdeka hingga Jalan Mawar, Bogor Tengah bakal disterilkan. Sebanyak 330 PKL  bakal dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Semeru.Jalanan di sekitar lokasi itu akan disterilkan dari keberadaan PKL. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim sudah terjun langsung memantau proses pemindahan para PKL itu. Targetnya, semua PKL sudah bisa menempati TPS Semeru paling lambat 15 Juni mendatang. Sudah sekitar 180 PKL yang mendaftar  menempati TPS tersebut. Sisanya masih akan menyusul sesuai dengan pendataan Perumda PPJ.

BORR Urai Macet Sholeh Iskandar

Kelanjutan pembangunan Tol BORR Seksi III A, yang menghubungkan Simpang Yasmin–Simpang Semplak/ Salabenda telah selesai. Dengan demikian terdapat penambahan jalan tol operasi sepanjang 3,8 Km, yang sebelumnya 7,5 Km menjadi 11,3. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, kehadiran Tol BORR bermanfaat mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Bogor, terutama di Jalan Sholeh Iskandar. Memperlancar mobilisasi masyarakat dan ekonomi Bogor sebagai kota penyangga Jakarta.Ia meminta masyarakat memahami kenaikan tarif tol Borr sebagai konsekuensi atas besarnya investasi yang digelontorkan untuk pembangunan tol layang di Kota Bogor tersebut.

BTS, 75 Bus Siap Mengaspal

Kota Bogor terus menggodok program Buy The Service (BTS) bantuan dari Kementerian Perhubungan. Sebanyak 75 bus siap mengaspal pada Juli mendatang. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memastikan, bus-bus yang akan melalui enam koridor itu sedang disiapkan pemerintah. Saat ini, pengadaannya sudah masuk dalam tahapan lelang. Jika tak ada kendala, launching transportasi baru itu bisa diagendakan pada pertengahan bulan Juli. Dia berharap adanya kesadaran warga mau pindah memanfaatkan bus. “Bukan saja pindah dari angkot, tapi pindah dari mobil pribadi,” jelasnya.

Bima menilai pengadaan bus dengan sistem BTS itu tidak semata-mata pengadaan fisik. Sasarannya juga mengubah kebiasaan masyarakat.”Jadi ini bukan sekadar pengadaan fisik, tapi membangun kebudayaan baru atau kultur baru. Makanya kita serius sekali. Ini program prioritas ya,” jelasnya. Program BTS yang akan diaplikasikan di Kota Bogor itu sekaligus akan mengkonversi penggunaan angkot ke bus sebagai transportasi massal. Targetnya, 3 angkot bakal dikonversi menjadi satu bus.

Merawat Keberagaman dan Kebersamaan

 Kata kunci dari penanganan pandemi menurut Wali Kota Bogor adalah, kekompakan dan kebersamaan diantara seluruh warga masyarakat. Untuk itu kehidupan bersama diantara berbagai komponen masyarakat harus tetap terjaga secara kondusif. Dalam hal ini semua pihak perlu memahami dan menyadari tentang pemberlakuan berbagai kebijakan tanpa menimbulkan kekecewaan. Dalam kaitan itulah berbagai kegiatan keagamaan, terutama perayaan keagamaan dilakukan secara virtual dan menerapkan berbagai ketentuan prokes.

Shalat Idul Fitri baru lalu diizinkan dilaksanakan di berbagai masjid dengan penerapan protokol kesehatan, sebagaimana yang sudah berlangsung selam satu tahun terakhir. Begitupun perayaan Natal tahun 2020 dan Paskah, berlangsung secara virtual. Pun demikian dengan perayaan Waisak beberapa waktu lalu. Bahkan Perayaan Cap Go Meh, yang biasanya sangat meriah, kali ini berlangsung secara virtual.

Kemeriahan lain seperti Festival Merah Putih yang berlangsung untuk memperingati Hari Proklamasi RI, juga tertunda karena agenda kegiatan ini dilaksanakan secara virtual. Sama seperti agenda kegiatan lain dalam rangka peringatan HUT RI. Demikian pula dengan peringatan Hari Jadi Bogor ke 539 tahun ini, seluruh agenda dlakukan secara virtual dan secara tervatas dengan menerapkan prokes yang sudah ditetapkan.

Kebijakan pembatasan seluruh aktivitas keagamaan, kebudayaan dan politik serta olahraga, memang perlu dimaklumi bersama. Permakluman dan sikap penrimaan inilah sejatinya adalah semangat kebersamaan yang terpelihara di tengah kebegaragaman. Semoga ini bias menjadi modal kuat untuk bersama-sama keluar dari tekanan pandemi.

(Advertorial)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest article

Puluhan ASN Positif Covid-19, Balai Kota Bogor di Lockdown

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terpapar Covid-19, membuat petinggi di 'gedung putih'...

Komisi IV Desak Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor membuat kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 hampir...

Jam Operasional Sektor Usaha Kembali Dibatasi, PHRI Kota Bogor ‘Pasrah’

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian mengeluarkan surat edaran untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang mengubah jam...

Ingat! Mulai Besok, Pemkot Bogor Kembali Terapkan PPKM Skala Mikro

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PPKM berskala mikro sesuai intruksi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mulai tanggal...

RSUD Kota Bogor Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mentargetkan bisa meraih predikat menjadi Rumah Sakit (RS) Rujukan Regional dari Kementerian...