BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wakil Menteri Dalam Negeri (wamendagri) Bima Arya menilai meluasnya banjir di Jakarta dan wilayah penyangga, termasuk Kota Bogor, menjadi sinyal perlunya evaluasi tata ruang sekaligus percepatan pembentukan lembaga aglomerasi Jabodetabek.
Pernyataan itu disampaikan Bima usai menghadiri kegiatan di Perpustakaan Kota Bogor, Rabu, 6 Mei 2026. Ia mengatakan, pola cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memicu munculnya titik-titik banjir baru, bahkan di kawasan yang sebelumnya tidak terdampak.
“Di Jakarta saja ada beberapa titik yang tidak pernah banjir, sekarang ikut tergenang,” kata Bima.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak bisa ditangani secara parsial oleh masing-masing daerah. Penanganan banjir, kata dia, membutuhkan pendekatan terintegrasi lintas wilayah, terutama di kawasan penyangga ibu kota.
Bima menekankan, pembentukan lembaga aglomerasi menjadi penting sebagai wadah koordinasi antar pemerintah daerah. Melalui skema itu, perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program mitigasi bencana dapat dilakukan secara bersama.
“Aglomerasi memungkinkan daerah di sekitar Jakarta menyusun langkah terpadu untuk mitigasi bencana,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti munculnya titik banjir baru di Kota Bogor dengan genangan yang relatif tinggi. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh.
Bima mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) perlu menelaah kembali data yang ada, termasuk kemungkinan persoalan pada perencanaan maupun tata ruang.
“Harus dilihat apa yang perlu dibenahi, apakah dari sisi perencanaan atau tata ruang. Itu yang perlu dievaluasi,” kata dia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post