BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghadirkan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Galuga.
Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat memimpin rapat bersama sejumlah perangkat daerah untuk menindaklanjuti pembahasan sebelumnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan perwakilan Danantara terkait penguatan sistem pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya.
Dalam rapat itu, Pemkab Bogor menyusun langkah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pengelolaan sampah antarwilayah, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta memanfaatkan teknologi modern guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Rudy mengatakan, pemerintah daerah juga telah menerima informasi dari Danantara mengenai perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Galuga. Menurut dia, proses tender internasional untuk proyek tersebut telah selesai dan pemenangnya telah ditetapkan.
Dari total 24 perusahaan yang mengikuti tender, sebanyak 21 perusahaan berasal dari China, dua dari Jepang, dan satu dari Eropa. Tender tersebut akhirnya dimenangkan oleh salah satu perusahaan asal China.
“Melalui teknologi waste to energy, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rudy.
Pemkab Bogor menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut dimulai dengan tahap peletakan batu pertama pada 2026. Proyek ini ditargetkan rampung paling cepat pada Desember 2027 dan mulai beroperasi paling lambat pada 2028.
Selain mengolah sampah harian, teknologi tersebut juga ditargetkan mampu mengolah timbunan sampah lama di TPA Galuga secara bertahap menjadi energi listrik dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Rudy menambahkan, keberadaan fasilitas itu diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi persoalan sampah, tetapi juga mendorong transformasi kawasan sekitar Galuga, termasuk wilayah Cigombong, menjadi pusat pengolahan sampah modern yang ramah lingkungan.
Secara nasional, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik hanya direncanakan di empat lokasi dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia, yakni Bogor Raya, Bekasi (Bantar Gebang), Bali, dan Batam. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis energi di sejumlah daerah.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post