32.9 C
Bogor
Sabtu, 15 Mei 2021

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

Must read

Cegah Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran, DPS Bagi Bagi Paket Prokes ke Warga

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, anggota DPRD Kota Bogor Devie P. Sultani (DPS) melakukan bakti...

Sambut Hari Raya Idul Fitri, PT.SBI Berbagi 2.700 Paket Sembako

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha dari PT Semen Indonesia...

PK KNPI Tenjo Gelar Dialog Interaktif Tentang Isu Pembangunan

BogorOne.co.id | Tenjo - Menyikapi dinamika sosial masyarakat dan wilayah Kecamatan Tenjo yang makin hari kian terus berkembang, Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia...

Sebut Para Pejuang Lingkungan, Warga Kluster Besakih Sentul City Beri Apresiasi

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Warga kluster Besakih Sentul City menyebutnya para pejuang lingkungan. Di mata warga, mereka lah yang selama ini menjadi ujung...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada 30 kasus terkonfirmasi positif covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan sejauh ini, penambahan tersebut jadi jumlah harian tertinggi sepanjang pandemi.

“Ya, hari ini ada kasus positif sebanyak 30, sedangkan untuk orang yang dinyatakan sembuh ada 20 kasus dan satu orang dinyatakan meninggal,” kata Sri Nowo Retno.

Menurut dia, penambahan kasus ini menambah catatan pahit Kota Bogor dalam tiga hari terakhir, dimana jumlah positif per harinya lebih dari 15 kasus.

Pada Jumat (28/8) lalu, terjadi penambahan kasus sebanyak 15 kasus. Lalu pada Sabtu (29/8) terjadi penambahan sebanyak 21 kasus dan Minggu (30/8) sebanyak 23 kasus.

“Jika ditotal, penambahan kasus positif pasca Kota Bogor masuk zona merah sebanyak 89 kasus,” ungkap dia.

Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan naiknya kasus positif di Kota Bogor disebabkan oleh tiga faktor. Diantaranya adalah tracing aktif.

Selain itu juga dari pelaksanaan test yang massif dan keinginan warga yang merasa memiliki gejala Covid-19 untuk melakukan swab mandiri.

“Jadi 49 persen karena tracing aktif, 15 persen swab massal, 7 persen screening dan sisanya notifikasi dari luar,” ungkap Bima.

Masih kata di, di Kota Bogor setidaknya ada 104 RW yang ditetapkan zona merah. Pemerintah Kota Bogor telah secara resmi melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas. “PSBMK ini fokus pengawasan ke wilayah di RW zona merah,” ujar Bima. (SP)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Cegah Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran, DPS Bagi Bagi Paket Prokes ke Warga

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, anggota DPRD Kota Bogor Devie P. Sultani (DPS) melakukan bakti...

Sambut Hari Raya Idul Fitri, PT.SBI Berbagi 2.700 Paket Sembako

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha dari PT Semen Indonesia...

PK KNPI Tenjo Gelar Dialog Interaktif Tentang Isu Pembangunan

BogorOne.co.id | Tenjo - Menyikapi dinamika sosial masyarakat dan wilayah Kecamatan Tenjo yang makin hari kian terus berkembang, Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia...

Sebut Para Pejuang Lingkungan, Warga Kluster Besakih Sentul City Beri Apresiasi

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Warga kluster Besakih Sentul City menyebutnya para pejuang lingkungan. Di mata warga, mereka lah yang selama ini menjadi ujung...

GP Ansor Kota Bogor Kecam Kebijakan Larangan Ziarah dan Halal Bihalal

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengungkapkan bahwa aktifitas ziarah dan halal bihalal saat Hari Raya Idul Fitri...