BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kluster pondok pesantren (ponpes) covid-19 kembali terjadi di kota hujan. Puluhan santri dan guru pada salah satu ponpes di kawasan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan dinyatakan positif terpapar virus yang berasal dari Kota Wuhan China itu.
Hal itu dibenarkan Camat Bogor Selatan Hidayatulloh. Menurutnya, kasus itu awalnya dari salah satu santri yang demam kemudian memeriksakan diri ke klinik 24 jam.
“Berdasarkan hasil PCR, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19,” katanya saat di konfirmasi, Kamis (09/09/21).
Dia menuturkan, setelah itu kemudian pihak kelurahan yang mendapat laporan. Dan yang melaporkannya langsung ke puskesmas, untuk dilaksanakan PCR terhadap 164 santri.
“Berdasarkan hasil tracing ada 26 orang positif Covid-19. Semua pengurus ponpes sudah di PCR,” tambahnya.
Menurut dia, dari 26 kasus positif itu, 11 orang diantaranya diisolasi di Gedung BKPP Ciawi. Sementara sisanya, melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Sudah ada 11 santri yang dievakuasi ke BKPP Ciawi,” ucapnya.
Sementara itu, Humas Satgas Covid-19 Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan darimana santri yang paling pertama terdeteksi positif covid tertular.
“Hasil tracing belum diketahui, apakah santri yang pertama terdeteksi positif terkena dari luar daerah atau bukan,” kata Rahmat.
Yang pasti, sambung Rahmat, penanganan pada klaster ponpes tersebut akan serupa dengam penanganan saat di ponpes kawasan Harjasari.
“Kami punya SOP dan pengalaman. Jadi kurang lebih penaganganannya akan sama. Dinsos akan memberi bantuan sembako serta dapur umum, jika ada yang isolasi di dalam ponpes. DLH bergerak di kebersihan sampah medis, Dinkes melaksanakan tracing,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Juni lalu, salah satu ponpes di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan sempat menjadi klaster covid, setelah 32 santri dinyatakan positif hasil swab antigen. (Fry)























Discussion about this post