BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kasus dugaan pengoplosan gas bersubsidi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, memasuki penyelidikan aparat militer. Polisi Militer Kodam III/Siliwangi mendalami dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD dalam praktik ilegal tersebut.
Komandan Denpom III/1 Bogor Letkol CPM Anggi Wahyu Hardiyanto mengatakan penyelidikan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas penyalahgunaan gas subsidi di Kampung Garapan, Cileungsi.
“Informasi yang diterima juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD,” kata Anggi dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, tim dari Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi diterjunkan ke lokasi pada Senin, 11 Mei 2026 untuk melakukan penyelidikan dan penindakan.
Saat proses penindakan berlangsung, situasi di lokasi disebut tidak kondusif. Sejumlah warga dilaporkan menolak keberadaan aparat di area yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas bersubsidi tersebut.
Dalam kondisi itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk pengamanan. Namun, seorang warga sipil mengalami luka pada bagian bahu kanan akibat terkena pantulan proyektil atau ricochet.
“Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Anggi.
Ia mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas setelah insiden itu terjadi. Hingga kini, proses penyelidikan terhadap dugaan pengoplosan gas bersubsidi maupun insiden saat penindakan masih berlangsung.
Denpom III/1 Bogor belum membeberkan identitas pihak yang diduga terlibat maupun hasil awal pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam kasus tersebut.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post