BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor mulai menata pola penjualan hewan kurban dengan menyiapkan bursa terpusat di tiap kecamatan menjelang Iduladha 2026.
Langkah awal dilakukan melalui pembukaan Bursa Hewan Kurban ke-24 di Jalan Pajajaran yang berlangsung pada 13–26 Mei 2026. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat penjualan hewan kurban untuk wilayah Bogor Tengah sebelum skema serupa diterapkan di lima kecamatan lain.
Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan penataan dilakukan untuk menciptakan sistem penjualan yang lebih tertib sekaligus memudahkan pengawasan kesehatan hewan.
“Lokasi penjualan hewan kurban ke depan akan ditentukan secara terpusat. Selain itu, kami ingin memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat sehat dan sesuai syariat,” kata Dody, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, keberadaan bursa terpusat juga diharapkan mempermudah masyarakat mencari hewan kurban yang layak dan aman menjelang Hari Raya Iduladha.
Dalam penyelenggaraannya, DKPP bekerja sama dengan Balai Riset dan Pengembangan Masyarakat (BRMP). Hingga pertengahan Mei, tercatat tujuh pedagang telah bergabung, terdiri atas tiga penjual sapi dan empat penjual kambing serta domba.
DKPP menegaskan pemerintah tidak mengatur harga jual hewan kurban. Transaksi tetap berlangsung sesuai mekanisme pasar antara pedagang dan pembeli.
Namun, BRMP menyediakan fasilitas timbangan untuk mengukur bobot hidup hewan ternak agar transaksi berlangsung lebih transparan.
“Peternak jangan sampai dirugikan. Hewan ditimbang secara jelas sehingga harga lebih pasti dan adil,” ujar Dody.
Untuk pengawasan kesehatan hewan, DKPP menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia dan IPB University. Tim veteriner melakukan pemeriksaan langsung di lokasi bursa serta pemantauan rutin ke kandang peternak.
Pemeriksaan difokuskan pada pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). DKPP menyatakan hingga kini belum ditemukan kasus kedua penyakit tersebut di Kota Bogor.
“Pemeriksaan klinis dilakukan secara berkala untuk memastikan hewan yang masuk ke bursa dalam kondisi sehat dan layak jual,” kata Dody.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post