BogorOne.co.id | Malang – Sejumlah hotel di Kota Malang masih mempertahankan gaya arsitektur klasik yang menjadi bagian dari warisan sejarah. Beberapa bangunan hotel memang merupakan peninggalan masa lalu, sementara lainnya merupakan bangunan baru yang didesain menyerupai gaya arsitektur klasik.
Setidaknya terdapat lima hotel di Malang yang menonjol dengan konsep etnik dan desain heritage. Gaya bangunan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda saat menginap.
- Ritchie Hotel
Berlokasi di Jalan Basuki Rahmad, hotel ini berada di pusat Kota Malang. Letaknya yang strategis menjadikan Ritchie Hotel mudah diakses dari berbagai titik penting kota.
Arsitektur bangunannya bergaya Eropa klasik dengan dominasi warna putih. Di dalam hotel, pengunjung dapat menemukan perabotan antik seperti kursi kayu tua dan kursi goyang, yang menambah kesan tempo dulu.
- Padi Heritage Hotel
Terletak di Jalan Regulus Nomor 9, Perumahan Tata Surya, Kecamatan Lowokwaru, hotel ini menawarkan suasana pedesaan. Meski berada agak masuk dari jalan utama, hotel ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Dengan konstruksi dominan dari kayu dan lokasi di tengah sawah, hotel ini menyajikan suasana alami. Aliran air sungai di sekitar hotel dan menu tradisional seperti wedang jahe, ronde, dan angsle menambah nuansa khas pedesaan.
- Ubud Hotel and Cottages
Berlokasi di Jalan Bendungan Sigura-gura Nomor 6, Karangbesuki, Sukun, hotel ini berada dekat dengan kawasan kampus seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Negeri Malang.
Mengusung konsep khas Bali, hotel ini menampilkan ornamen dan dekorasi bernuansa Pulau Dewata. Beberapa menu makanan dan minuman khas Bali juga menjadi daya tarik utama. Lokasinya yang dekat dengan sungai dan suasana sejuk menambah kenyamanan bagi para tamu.
- Hotel Tugu Malang
Hotel Tugu Malang terletak di kawasan strategis, bersebelahan dengan Balai Kota Malang dan Bundaran Tugu. Hotel ini dikenal dengan arsitektur etnik dan koleksi barang antik.
Hotel ini memiliki 49 kamar dengan interior yang dipenuhi koleksi pribadi milik pendiri Tugu Group, Anhar Setjadibrata. Koleksi tersebut termasuk barang-barang peninggalan Tiongkok dan Jawa, yang memberikan nuansa heritage yang kuat. Suguhan kuliner khas Nusantara dan Asia turut menambah pengalaman menginap di hotel ini.
- Shalimar Hotel Malang
Berlokasi di Jalan Cerme Nomor 16, tak jauh dari kawasan ikonik Jalan Ijen, hotel ini merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada 1930-an dan mulai difungsikan pada 1933.
Awalnya bernama Macconieke Lodge, bangunan ini merupakan markas komunitas Freemason. Selama masa penjajahan, bangunan ini difungsikan sebagai pemancar milik Belanda dan sempat menjadi kantor RRI. Setelah berpindah fungsi menjadi hotel, bangunan ini akhirnya berganti nama menjadi Shalimar Hotel pada 2015.
Hotel ini dirancang oleh Ir. Mulder dengan gaya arsitektur Niewe Bouwen, yang khas dengan bentuk kubus dan atap datar.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post