BogorOne.co.id | Kota Bogor – Setelah beberapa tahun lalu jadi arena duel gladiator antar siswa hingga menghilangkan nyawa. Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara kembali jadi lokasi aksi kekerasan yang menyebabkan seorang pelajar tewas mengenaskan.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri (ASB) meminta agar Pemkot Bogor menambah jumlah personel park ranger di sejumlah taman-taman yang ada di Kota Bogor.
Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi memang aksi tawuran pelajar kerap kali terjadi di sejumlah taman kota yang ada di Kota Bogor.
Bahkan Politisi PPP itu meminta, terkait dengan keberadaan Taman Palupuh agar Pemkot Bogor merubah fungsi taman yang berada disekitaran SMAN 7 tersebut, menjadi PSU selain taman.
Sebab, sejauh ini keberadaan Taman Palupuh hanya menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk kongkow dan melakukan tindakan kriminalitas.
“Itu taman lebih baik diganti menjadi PSU yang lebih bermanfaat. Itu sudah tidak benar keberadaannya karena hanya menimbulkan mudharat,” tegas Gus M sapaan akrabnya.
Seperti diketahui, belum lama ini seorang pelajar berinisial RMP (18 tahun) mati sia-sia akibat dikeroyok, ditusuk dan dibacok oleh sekelompok orang tidak dikenal yang konon merupakan pelajar Kota Bogor juga.
ASB ini mengaku sangat menyayangkan atas meninggalnya satu orang siswa Kota Bogor itu. Apalagi saat ini Kota Bogor baru saja melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang baru berjalan tak lebih dari 4 hari sejak Senin 4 Oktober 2021.
“Tentunya kami mengecam kantor cabang dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor, atas penusukan dan pembacokan yang mengakibatkan satu pelajar Kota Bogor meninggal dunia,” tegasnya.
Setelah peristiwa itu, ASB menilai perlu adanya evaluasi yang harus dilakukan kepada KCD Provinsi Jawa Barat, sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
ASB menilai, KCD tidak mampu berkordinasi dan berkomunikasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor atas peristiwa yang menewaskan satu orang pelajar tersebut.
“Seharusnya KCD memaksimalkan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada pelajar agar kejadian seperti ini tidam terjadi. Ini adalah kegagalan KCD,” tandas dia. (Fry)

























Discussion about this post