BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam satu bulan terakhir, penyebaran Covid-19 di Kota Bogor mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Hal itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor was-was
Ketiga klaster itu diantaranya klaster Perumahan Griya Melati Bubulak yang positif mencapai 95 orang, lalu kluster Pondok Pesantren Bina Madani yang positif 65 orang, dan terakhir di Puskesmas Kayumanis dengan jumlah terkonfirmasi 11 tenaga kesehatan (nakes).
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, jangan bilang ada banyak klaster, satu di griya melati dan madani sudah dikendalikan.
“Tetap kita harus waspada. Saya minta semua ponpes harus di data yang mulai tatap muka, apabila banyak santrinya yang dari luar kota itu wajib di swab,” kata Bima, Selasa (08/06/21).
Bima mengatakan, pihaknya telah mengendalikan penyebaran covid-19 yang ada di Perumahan Griya Melati karena semua yang terkonfirmasi positif sudah sembuh dan segera menjalani aktifitas yang normal.
Termasuk, lanjutnya, klaster Ponpes Bina Madani pun telah terkendali, sudah dilakukan evakuasi dan terdapat pos gabungan.
Sementara, untuk klaster puskesmas kayumanis, Bima mengaku, sedang dilakukan tracking kepada semua orang yang melakukan kontak erat.
Menurut Bima, hal yang sering kali terjadi di faskes itu dari dokter gigi kemungkinan besar penyebarannya.
“Kami minta tidak kendor, prokes dipastikan maksimal untuk semua ini. Ada dua puskesmas yang ditutup sementara, puskesmas mekarwangi dan kayumanis,” pungkasnya. (Fik)





























Discussion about this post